Sidak Malam Hari, Komisi III Pastikan Penataan Koridor Nonongan Berjalan Humanis

10 September 2026 | oleh Admin DPRD
Icon

SURAKARTA – Komisi III DPRD Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan proyek penataan Kawasan Koridor Nonongan, Rabu malam (9/9). Sidak dilakukan menyusul adanya masukan dari masyarakat yang menyoroti aktivitas pekerjaan, khususnya keberadaan galian yang dinilai terlalu dekat dengan bangunan rumah maupun toko warga.

Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Taufiqurrahman, mengatakan sidak tersebut benar-benar dilakukan secara mendadak untuk melihat langsung kondisi pelaksanaan proyek di lapangan. Menurutnya, pekerjaan konstruksi di kawasan Nonongan memang dilakukan pada malam hari karena tingginya aktivitas masyarakat pada siang hari.

“Ini benar-benar sidak, dilakukan mendadak, karena ada masukan dari masyarakat terkait proyek Koridor Nonongan. Kita lihat memang pekerjaannya dilakukan malam hari karena kalau siang hari sangat ramai,” ujar Taufiq saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, salah satu keluhan yang diterima Komisi III berkaitan dengan galian proyek yang berada sangat dekat dengan rumah maupun toko milik warga. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait akses dan keamanan bangunan di sekitar lokasi pekerjaan.

Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Komisi III memastikan bahwa posisi galian yang berada dekat dengan bangunan warga merupakan bagian dari tahapan pekerjaan dan nantinya akan dikembalikan serta ditata kembali setelah pekerjaan selesai.

“Kita lihat ternyata memang galiannya sangat mepet dengan rumah atau toko. Tetapi nanti akan dikembalikan. Para pelaksana dan PU juga sudah menyampaikan, setiap akan ada galian pasti akan ada silaturahmi terlebih dahulu dengan warga,” jelasnya.

Taufiq menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam pelaksanaan proyek, mengingat pekerjaan berlangsung di kawasan yang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan masyarakat.

Komunikasi antara pelaksana proyek dengan pemilik rumah maupun toko dinilai menjadi kunci agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Pokoknya harus humanis. Sebelum ada pekerjaan atau galian, masyarakat harus diberi tahu terlebih dahulu. Saya kira setelah kita lihat langsung malam ini, sudah tidak ada masalah,” katanya.

Lebih lanjut, Taufiq menyebut proyek penataan Koridor Nonongan tersebut memiliki nilai anggaran lebih dari Rp9 miliar. Dengan waktu pelaksanaan yang terus berjalan, proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Oktober hingga November mendatang.

Komisi III pun mendorong agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan kualitas pekerjaan sekaligus kenyamanan masyarakat yang tinggal maupun menjalankan usaha di sepanjang kawasan Nonongan.

“Anggarannya sekitar Rp9 miliar lebih dan Oktober-November ini sudah harus selesai. Jadi kami berharap pelaksanaannya bisa berjalan sesuai target, tetapi tetap memperhatikan masyarakat,” pungkasnya.


Arifin Rochman