SURAKARTA — Komisi III DPRD Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua lokasi di wilayah Kecamatan Banjarsari, yakni Kolam Retensi Underpass Joglo serta bakal calon Kantor Kelurahan Banjarsari yang berlokasi di bekas SDN Sambirejo, Kamis (8/1). Sidak ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung DPRD terhadap pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan fasilitas pelayanan publik, agar benar-benar berfungsi optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa lokasi pertama yang ditinjau adalah Kolam Retensi Underpass Joglo yang dibangun sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir di kawasan Joglo, Sambirejo, dan sekitarnya.
“Pertama kami melakukan sidak di kolam retensi, retensi untuk mengatasi banjir di daerah Joglo, Banjarsari. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Memang belum 100 persen selesai, tapi prosesnya sudah memasuki 90-an persen dan tadi sudah kita uji coba langsung,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, secara prinsip kolam retensi tersebut sudah berfungsi dengan sangat baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa catatan teknis yang perlu segera disempurnakan, khususnya pada saluran masuk air menuju kolam.
“Masih ada beberapa kendala, terutama di saluran antrean masuk air ke kolam. Ada beberapa saluran yang perlu diperbaiki. Tadi ada tiga saluran yang sudah dilaporkan pihak kelurahan. Tapi secara keseluruhan sudah sangat bagus dan tidak ada masalah yang berarti,” jelasnya.
Menurut Taufiq, sistem kerja kolam retensi tersebut dirancang dengan mekanisme otomatis. Ketika tinggi air mencapai 1,5 meter, pompa akan langsung aktif untuk mengalirkan air keluar menuju Nayu.
“Setiap 1,5 meter ketinggian air, otomatis langsung keluar. Jadi untuk sementara ini bisa dijamin tidak akan terjadi banjir, karena air langsung masuk ke kolam dan kemudian dibuang ke Nayu. Ada beberapa jalur saluran, saluran pertama, kedua, ketiga, hingga keempat, semuanya langsung menuju ke Nayu,” tegasnya.
Menanggapi keberadaan kolam retensi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno, turut menyampaikan harapan besar agar infrastruktur ini benar-benar mampu menjadi solusi bagi warga Kampung Sambirejo yang selama ini kerap terdampak banjir.
“Coba nanti kita lihat kalau hujan deras, bagaimana kondisi Kampung Sambirejo dengan adanya kolam retensi ini. Kita tentu mengharapkan yang terbaik untuk warga Kampung Sambirejo,” ungkap Sukasno.
Ia menegaskan bahwa warga Sambirejo telah lama berkorban akibat banjir yang berulang, bahkan hingga air masuk ke rumah-rumah warga.
“Mereka sudah banyak berkorban saat air banjir masuk ke rumah. Maka kolam retensi ini harus benar-benar berfungsi maksimal sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi warganya,” tambahnya.
Sementara itu, sidak dilanjutkan ke lokasi kedua, yakni pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Dari hasil peninjauan, Komisi III menilai bangunan tersebut belum dapat difungsikan secara optimal.
“Lokasi kedua kita melihat pekerjaan PU, ini kaitannya dengan pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari. Setelah kita lihat ternyata ini belum bisa difungsikan. Artinya ya eman-eman kalau kita membangun tapi belum bisa segera dimanfaatkan,” ungkap Sukasno.
Ia berharap agar pembangunan kantor kelurahan tersebut dapat segera diselesaikan, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa segera dipindahkan dan ditingkatkan kualitasnya.
“Kita berharap PU segera bisa menyelesaikan Kantor Kelurahan Banjarsari ini agar segera difungsikan. Pelayanan kepada masyarakat tentu akan semakin maksimal. Harapannya nanti ini bisa disempurnakan melalui pengajuan anggaran di perubahan, karena masih banyak yang perlu diselesaikan, lantainya masih tanah, pagar belum ada, dan lainnya,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Surakarta, Salim, menegaskan bahwa keberadaan kolam retensi Underpass Joglo memberikan jaminan nyata terhadap pengendalian banjir di wilayah Sambirejo dan sekitarnya.
“Kolam retensi tadi sudah betul seperti yang disampaikan Pak Ketua, ada jaminan tidak ada banjir di Sambirejo dan sekitarnya. Perputaran airnya juga sangat tinggi. Begitu ketinggian air mencapai 1,5 meter, pompa otomatis mengeluarkan 300 liter per detik yang dialirkan ke Sungai Nayu,” jelas Salim.
Terkait pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari, Salim juga menyatakan dukungannya agar proyek tersebut segera dituntaskan. Menurutnya, fungsi pelayanan publik di tingkat kelurahan sangat krusial bagi masyarakat.
“Saya sepakat dengan Wakil Ketua, Pak Sukasno, bahwa fungsi pelayanan masyarakat di kelurahan ini sangat krusial. Maka harus benar-benar segera diselesaikan, baik lantainya maupun pagarnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukasno menambahkan bahwa bangunan kantor kelurahan tersebut sejatinya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, karena merupakan aset milik pemerintah daerah.
“Ini kan aset pemerintah. Aset pemerintah bisa dipakai oleh masyarakat dengan membayar retribusi. Kapasitasnya besar, kalau 1.000 tamu saja bisa tertampung. Termasuk area di bawah Joglo juga sangat representatif, sirkulasi udara bagus, angin masuk tanpa AC, ini sangat bagus,” pungkasnya.
Arifin Rochman



