SURAKARTA – Komisi II DPRD Kota Surakarta melaksanakan kunjungan ke Perumda Air Minum Toya Wening Kota Surakarta, Senin Siang (25/8). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, Mukarromah, bersama anggota komisi lainnya, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menggali informasi terkait pelayanan dan kinerja perusahaan daerah penyedia air bersih tersebut.
Sekretaris Komisi II, Mukarromah, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Perumda Toya Wening yang dinilai telah melampaui target pada tahun 2025. Selain memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih dengan baik, Toya Wening juga terus berinovasi melalui lini bisnis lain, salah satunya produksi air minum dalam kemasan (AMDK).
“Sejauh ini bagus, dan ada lini bisnis lain berupa air minum dalam kemasan Toya Wening, yang selain menambah PAD, juga memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih dengan harga terjangkau. Misalnya, harga air galon hanya Rp. 10.000,- sementara di pasaran bisa Rp. 20.000,- Artinya ada peluang besar meningkatkan PAD Kota Surakarta dari Perumda ini,” terang Mukarromah.
Ia juga menambahkan bahwa Perumda Toya Wening memberikan perhatian serius terhadap keluhan masyarakat dengan respon cepat tanpa menunggu lama, serta menerapkan sistem subsidi bagi masyarakat kurang mampu. Subsidi ini bersumber dari tarif pelanggan kalangan menengah ke atas, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa menikmati air bersih dengan tarif murah.
“Bahkan saat ini ada promo Merdeka Pemasangan Berlangganan Air Bersih dengan diskon 50%. Jadi manfaatkan kesempatan ini, karena Perumda Air Minum Toya Wening memberikan banyak kemudahan sesuai target marketnya,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II, Achmad Sapari, menilai kinerja Toya Wening sudah berjalan baik, namun tetap harus dalam pengawasan DPRD agar pelayanan terhadap masyarakat semakin optimal.
“Masalah Toya Wening, kami sangat puas kinerjanya. Tapi sebagai Komisi II, kami tetap harus mengawasi agar program air minum ini berjalan baik. Kami juga melihat fasilitas dan kesejahteraan karyawan sudah cukup baik,” ujarnya.
Achmad Sapari juga menyampaikan harapan agar pasokan tambahan 350 liter per detik dari Waduk Gajah Mungkur dapat mengcover lebih luas layanan air bersih. Ia juga mendorong agar sektor perhotelan di Kota Surakarta turut menggunakan layanan air dari Toya Wening.
Arifin Rochman