Underpass Transito Resmi Beroperasi. Ketua DPRD : ini Harapan Warga Solo Sejak Lama

Underpass Transito Resmi Beroperasi. Ketua DPRD : ini Harapan Warga Solo Sejak Lama

HUMAS DPRD KOTA SURAKARTA – Setelah melalui tahapan pembangunan, Underpass Transito yang berada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, resmi beroperasi, Senin (21/12/2020).

 

Peresmian fasilitas perlintasan kendaraan itu dihadiri Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Wakil Wali Kota, Achmad Purnomo dan Ketua DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo serta sejumlah Unsur Forkopimda dan Kepala OPD Kota Surakarta.

 

Peresmian ditandai dengan mengibaskan bendera start kendaraan yang melewati jalur itu. Dari arah barat ke timur dilakukan oleh Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. Sementara, dari arah timur ke barat dilakukan Ketua DPRD, Budi Prasetyo.

 

Ketua DPRD, Budi Prasetyo, yang dimintai tanggapannya terhadap beroperasinya underpass Transito itu mengaku gembira, sebab yang menjadi harapan Warga Solo sejak lama telah terealisasi. “Ini harapan Warga Solo sejak lama. Dengan beroperasinya underpass ini, akses yang bisa dilalui semakin mudah, khususnya yang menghubungkan Pajang Selatan dan Pajang Utara,”jawab Budi Prasetyo melalui pesan WhatsApp pribadinya, Senin (21/12/2020).

 

Lanjut dia, Sebelum Pemerintah Kota membangun Underpass Transito itu, pengguna kendaraan roda dua dan pejalan kaki yang tinggal di bagian selatan, jika hendak ke bagian utara harus memutar terlebihdahulu. “Dengan adanya Underpass ini, warga tidak perlu memutar terlalu jauh. Artinya, jarak tempuh yang dilalui semakin dekat,”ujarnya

 

Dengan beroperasinya Underpass Transito kata Budi, disamping mendekatkan beberapa wilayah di sisi selatan, juga membuka askes perekonomian di wilayah tersebut. “Underpass Transito ini juga diharapkan dapat mengurai kemacetan lalulintas yang selama ini terjadi di perlintasan rel Kereta Api dari dan menuju stasiun Purwosari serta pertigaan Faroka,”harapnya

 

Selain Underpass Transito, mulai Senin (21/12/2020), Pemerintah Kota Surakarta juga telah memulai pengoperasian jalur Flyover Purwosari.

 

Sekadar informasi, proyek pembangunan underpass Transito menyedot anggaran senilai Rp4,7 Miliar pada tahap pertama dan Rp1,2 Miliar pada tahap kedua. Sementara, Flyover Purwosari, menyedot anggaran Rp 104,6 miliar. Dengan beroperasinya kedua fasilitas itu diharapakan dapat mengatasi kemacetan akibat adanya perlintasan rel kereta api dari dan menuju stasiun Purwosari.**

 

Jeprin S. Paudi

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *