Pemkot Surakarta Ajukan Raperda Pengurangan Penyertaan Modal PD.TSTJ

IMG_6140

HUMAS DPRD KOTA SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta tetap akan mengurangi penyertaan modal ke Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sebesar Rp 3 Miliar yang pernah diberikan ke Perusahaan pelat merah itu tahun 2017 silam.

 

Pemkot Surakarta saat ini telah mengajukan Rancangan Peraturan (Raperda) Pengurangan Penyertaan Modal pada Perusahaan Daerah Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Kota Surakarta ke DPRD Kota Surakarta.

IMG_6129

Raperda Pengurangan Penyertaan Modal PD.TSTJ itu telah disampaikan langsung Wali Kota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo dalam nota penjelasan pembahasan Raperda Pengurangan Penyertaan Modal pada Perusahaan Daerah Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)  pada Rapat Paripurna yang berlangsung di Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta, Selasa (10/11/2020).

 

Dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Budi Prasetyo itu, Wali Kota F.X Hadi Rudyatmo menjelaskan secara rinci, mengapa Pemkot perlu mengurangi penyertaan modal ke PD.TSTJ.

 

Rudy sapaan akrab Hadi Rudyatmo, menjelaskan sesuai Permendagri Nomor 52 Tahun 2012 pedoman pengelolaan investasi Pemerintah Daerah, bahwa setiap investasi langsung berupa penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus didahului dengan perencanaan, berupa penyusunan analisis kelayakan investasi.

IMG_6124

Berdasarkan analisis kelayakan tersebut dilakukan penyertaan modal yang ditetapkan dalam Perda, disetujui bersama antara DPRD dan Kepala Daerah. Analisis kelayakan investasi itu menjadi bagian penting dalam memberikan penyertaan modal daerah.

Sehingga pada Tahun 2017 telah ditetapkan penyerataan modal daerah kepada BUMD Kota Surakarta, yaitu PD. TSTJ Kota Surakarta berupa uang sebesar Rp3 Miliar melalui Perda Nomor 2 Tahun 2017.

 

Namun, kata Rudy, penyertaan modal tersebut hingga saat ini, ternyata tidak dapat dimanfatkan, sesuai perencanaan dan dalam analisis kelayakan investasi yang dipaparkan sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan hingga disetujui Perda Nomor 2 Tahun 2017, tentang penyertaan modal Pemerintah Kota Surakarta kepada PD TSTJ.

 

“Berdasarkan hal tersebut, terdapat sejumlah uang yang menurut Pemerintah Kota Surakarta sebaiknya dikembalikan ke dalam Kas Daerah,”kata Rudy.

 

Ia menambahkan, untuk mengembalikan penyertaan modal daerah ke dalam kas daerah tersebut diperlukan penetapan pengurangan penyertaan modal daerah pada PD TSTJ Kota Surakarta karena terdapat perubahan jumlah penyertaan modal daerah pada PD TSTJ yang sebelumnya ditetapkan dalam Perda.

IMG_6131

“Dengan Perda tentang pengurangan penyertaan modal pada PD TSTJ tersebut diharapkan ada kepastian hukum pengurangan penyertaan modal sebesar Rp3 Miliar dari PD TSTJ ke kas daerah kota Surakarta,”ujar Rudy yang turut didampingi Wakil Wali Kota, Ahcmad Purnomo.

 

Sekadar diketahui, medio Tahun 2017, Pemkot Surakarta pernah memberikan penyertaan modal kepada PD.TSTJ sebesar Rp 3 Miliar, melalui Perda Kota Surakarta Nomor 2 Tahun 2017. Dalam Perda tersebut disebutkan, penyertaan modal Pemkot Surakarta pada PD. TSTJ yang telah disetorkan berdasar Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 adalah berupa tanah senilai Rp.222 Miliar 560 juta.

 

Sehingga  jumlah seluruh Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada PD. TSTJ sampai dengan Peraturan Daerah itu ditetapkan adalah senilai Rp 225 Miliar 560 juta. Namun, hampir 3 tahun berlalu, PD.TSTJ tidak dapat memanfaatkan penyertaan modal Rp3 Miliar tersebut.**

 

Jeprin S. Paudi

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *