Minta Dukungan Kota Layak Anak, Forum Anak Surakarta Temui Ketua DPRD

Minta Dukungan Kota Layak Anak, Forum Anak Surakarta Temui Ketua DPRD

HUMAS DPRD KOTA SURAKARTA – Kota Surakarta Tahun ini untuk keempat kalinya kembali meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.

Penghargaan KLA terdiri dari lima peringkat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Paripurna. Namun, hingga tahun keempat, Kota Surakarta masih bertahan di predikat ketegori utama.

Karena itu, Forum anak Surakarta meminta dukungan DPRD agar KLA Kota Surakarta bisa naik peringkat menjadi paripurna.

Didampingi Yayasan Kakak, Forum Anak Surakarta bersama pemuda penggerak ini menemui Ketua DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo dan Wakil Ketua DPRD Achmad Sapari, di ruang Banggar, Rabu (10/11/2021).

Mereka beraudiensi dan menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan anak serta meminta dukungan kota Surakarta agar bisa meraih KLA peringkat Paripurna.

Ketua Pengurus Yayasan Kakak, Shoim Sahriyati, mengatakan, ada satu hal yang meghalangi Kota Surakarta belum bisa meraih KLA peringkat Paripurna, yaitu karena masih adanya iklan sponsor rokok. “Kami menginginkan adanya kebijakan larangan supaya Kota Solo bebas dari iklan sponsor rokok,”ujar Shoim

Salah satu peran Yayasan Kakak adalah mendorang Pemerintah baik Eksekutif maupun Legislatif, ketika ada situasi yang perlu untuk ditingkatkan berkaitan dengan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021, tentang kebijakan Kota/Kabupaten layak anak.

Kata Shoim, di Kota Surakarta masih memiliki kelemahan beberapa indikator. Salah satunya pelarangan rokok, karena rokok merupakan zat adiktif. “Hari ini saya mohon izin bersama dengan Forum Anak dan Pemuda Penggerak mereka sudah menggelar aksi dan kegiatan. Mereka punya harapan agar anggota Dewan di Kota Solo, memberi dukungan penuh terhadap kota layak anak, sehingga bisa naik peringkat menjadi KLA Paripurna,”tandasnya.

Katerina, salah satu anggota Forum Anak Surakarta, mengungkapkan dari hasil monitoring di lapangan, iklan rokok di Surakarta sejak tahun 2019 terus meningkat dari 1.400 menjadi 1.500 iklan. “Itu yang terlihat di jalan. Belum yang ada di kampung dan gang. Saya merasa sedih dan miris. Iklan rokok juga masih ada di kawasan tanpa rokok. Padahal kan sudah ada perdanya, di kawasan tersebut mestinya tidak ada iklan rokok,”ujar Katerina.

Ketua DPRD, Budi Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada Forum Anak Surakarta dan Pemuda Penggerak, dengan usia yang masih relatif muda mau meluangkan waktunya memikirkan kota layak anak di Surakarta. “ini luar biasa,”kata Budi Prasetyo

Berbagai masukan yang disampaikan tersebut bertujuan untuk kebaikan bersama. DPRD pada pirinsipnya sangat mendukung dan mendorong KLA Surakarta memperoleh peringkat Paripurna

“Saat kami melahirkan Perda kawasan tanpa rokok, itu juga energinya sangat luar biasa, sehingga di Kota Surakarta lahir Perda kawasan tanpa rokok. Solo sudah empat kali meraih predikat kota layak anak dengan peringkat utama. Ini yang perlu diperjuangkan sehingga bisa menjadi Paripurna,”katanya

Budi Prasetyo melihat, penegakan Perdanya agak kendor. Karena itu, DPRD akan menyampaikan kepada Pemerintah Kota, melalui Satuan Polisi Pamong Praja lebih gencar lagi melakukan penertiban larangan merokok atau memasang iklan rokok di kawasan tanpa rokok.

“Kedepan ini butuh perhatian kita semua, terutama berkaitan dengan penegakan perda melalui Peraturan Wali Kota agar di lapangan bisa lebih tegas lagi,”Harapnya **

Jeprin S. Paudi

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *