Komisi IV DPRD Kota Surakarta melakukan Sidak ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta

Komisi IV DPRD Kota Surakarta melakukan Sidak ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta
Komisi IV DPRD Kota Surakarta melakukan Sidak ke Dinas Pendidikan Kota Surakarta.

Rombongan yang di pimpin Ketua Komisi IV (Putut Gunawan) mendiskusikan kaitannya dengan Review Hasil PPDB jenjang Pendidikan SD dan SMP di Surakarta Tahun 2020.(06/07/2020)IMG_4315

Sidak kali ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta (Etty Retnowati) yang langsung menjelaskan hasil PPjalani.IMG_4323DB yang sudah di

Pada Sidaknya kali ini, Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Putut Gunawan menjelaskan, secara prinsip, disdik sudah berusaha agar seluruh siswa di Kota Solo mendapatkan sekolah. Hal tersebut berkaitan dengan 23 Siswa yang belum mau mendaftar PPDB.

“Kalau saya, sebaiknya tidak usah diterima. Biar jera. Percuma kalau diterima. Sama saja PPDB tidak jalan. Tapi gimana lagi? Secara konstitusi tetap harus memberi peluang (siswa) untuk sekolah. Hanya saja, ini tidak mendidik kalau dibiarkan terus-menerus,” tegas Putut saat sidak ke kantor Disdik Kota Surakarta, kemarin.IMG_4313

Putut meminta adanya edukasi kepada orang tua. Agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi hanya bermodal rekomendasi dari lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK). Selain itu, legislatif juga menyorot sekolah yang kelebihan pendaftar. Alhasil dialihkan ke sekolah lain. Bahkan, ada sekolah yang tidak ada pendaftar dari kalangan keluarga miskin (gakin).

“Kalau tidak mendaftar dari awal, ya tidak terdaftar ke data pokok pendidikan (dapodik). Ini bisa jadi modus. Kalau semua pake modus ini, ya pasti merembet. Saya harap tidak diterima. Terserah mau ke swasta, home schooling, atau apa. Karena rentang waktu pendaftaran dan data dapodik itu harus konsisten,” imbuhnya.

IMG_4311Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyanto mengaku dapat laporan dari beberapa kepala sekolah, tempat di mana ke-23 calon siswa itu meminta penjelasan soal PPDB. Tapi, saat ditunggu hingga hari terakhir pendaftaran, calon siswa tidak hadir. Pihak sekolah mengira mereka sudah mendaftar ke desk PPDB di kantor disdik.

“Jadi yang melapor kepala sekolah. Ke-23 siswa baru melaporkan pascahari terakhir (PPDB). Karena tidak hadir di hari terakhir, sekolah berasumsi mereka mendaftar mandiri,” terangnya.

Kepala Disdik Kota Surakarta Etty Retnowati mnyayangkan sikap ke-23 siswa yang terkesan menyepelekan karena tidak mendaftar PPDB. “Kami bertanggung jawab mencarikan sekolah. Tapi kami beri peringatan keras. Untuk kuota, masih memungkinkan karena sekolah swasta juga banyak,” ungkapnya

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *