Gibran Sampaikan Pengantar LKPJ Wali Kota Surakarta Tahun Anggaran 2020

Gibran Sampaikan Pengantar LKPJ Wali Kota Surakarta Tahun Anggaran 2020

HUMAS DPRD KOTA SURAKARTA – Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surakarta Tahun Anggaran 2020.

Secara bergantian, Gibran dan Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, membacakan LKPJ itu pada Rapat Paripurna 1, 2, DPRD Kota Surakarta, yang mengagendakan penyampaian LKPJ Wali Kota dan Pandangan Umum Fraksi terhadap LKPJ Wali Kota, di ruang Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta, Selasa (6/4/2021).
IMG_5170
Pada Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, itu secara garis besar, Gibran menyampaikan beberapa capaian dan kendala yang dihadapi Pemkot Surakarta pada tahun anggaran 2020.

Salah satu tantangan terberat yang dihadapi Pemkot Surakarta pada tahun 2020 adalah Pandemi Covid-19, yang ikut berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin di Kota Surakarta. “Hal ini terutama disebabkan dampak pandemi covid-19 yang melanda sektor usaha sehingga terjadi banyak pemutusan hubungan kerja dan mengakibatkan pendapatan perkapita masyarakat menurun,”ungkap Gibran.

Terkait penyelenggaraan urusan pemerintahan, Visi Wali Kota – Wakil Wali Kota Surakarta Tahun 2016-2021 yang ditetapkan sebagai visi pembangunan jangka menengah daerah Kota Surakarta Tahun 2016–2021, yaitu terwujudnya Surakarta Sebagai Kota Budaya, Mandiri, Maju dan Sejahtera. Selanjutnya visi tersebut dilaksanakan melalui misi, yang dikenal dengan 3WMP, yaitu mewujudkan Masyarakat Surakarta yang Waras, Wasis, Wareg, Mapan dan Papan”.
IMG_5180
Misi tersebut kata Gibran, telah terlaksana pada 6 Bidang Urusan Wajib Pelayanan Dasar, 18 Bidang Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar, 6 Urusan Pilihan dan 7 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang.

Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga menyebut, laju Inflasi di Kota Surakarta tahun 2020 sebesar 1,38  persen, menurun dibandingkan tahun 2019 yakni sebesar 2,94 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,57 persen dan inflasi nasional sebesar 1,68 persen. “Menurunnya angka inflasi ini disebabkan karena pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian secara umum dimana pendapatan per kapita menurun sehingga mendorong pula turunnya daya beli masyarakat,”ungkapnya

Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta di tahun 2020 mengalami perlambatan sebesar -1,74 persen “Namun demikian relatif lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun regional Jawa Tengah,”ujarnya

Gibran mengatakan, capaian pembangunan Kota Surakarta tidak lepas dari peran berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan Kota Surakarta. “Untuk itu, saya sampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya kepada seluruh pelaku pembangunan dan pemangku kepentingan, yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Surakarta,”tandasnya.

Pada Rapat Paripurna itu, empat Fraksi di DPRD Kota Surakarta, masing masing Fraksi Golkar – PSI, Fraksi PKS, Fraksi PAN – Gerindra serta Fraksi PDIP memberikan pandangan umum terkait LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2020. Sejumlah pertanyaan yang diajukan empat Fraksi itu, rencananya akan dijawab dan ditanggapi oleh Wali Kota pada Rapat Paripurna DPRD, Rabu (7/4/2021) besok. **

Jeprin S. Paudi

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *