DPRD Surakarta Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

DPRD Surakarta Gelar Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

HUMAS DPRD KOTA SURAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta menggelar Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021, Senin (16/8/2021).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Surakarta, Budi Prasetyo, di ruang Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta.

Rapat Paripurna ini dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surakarta.

Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, dan dengan menerapkan protokol kesehatan, Rapat Paripurna kali ini digelar secara virtual. Ruang Graha Paripurna hanya diisi pimpinan alat kelengkapan (Alkap) DPRD. Sedangkan lainnya memantau jalannya Rapat Paripurna secara virtual.WhatsApp Image 2021-10-05 at 09.39.32 (3)

Seluruh peserta rapat menyaksikan dan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI  melalui live streaming dari big screen dan 2 unit televisi yang di tempatkan di ruang Graha Paripurna. Rapat Paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI ini juga disiarkan secara live melalui kanal Youtube DPRD Kota Surakarta.

Ketua DPRD, Budi Prasetyo, mengatakan Rapat Paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI itu mempedomani surat Sekretaris Negara RI tanggal 28 Juli 2021, Nomor : B-564/M/S/TU.00.04/07/2021, perihal pedoman peringatan HUT RI Ke-76, diselenggarakan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke76 kemerdekaan RI.

“Rapat Paripurna ini juga didasarkan pada ketentuan Peraturan DPRD Kota Surakarta Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD Kota Surakarta pasal 130 ayat 1 huruf B,”kata Budi Prasetyo mengawali Rapat Paripurna.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI. Jokowi terlihat mengenakan baju adat dari Suku Baduy.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat. Menurutnya, Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi direbut melalui perjuangan di semua medan. “Alhamdulillah kita berhasil melampauinya,”kata JokowiWhatsApp Image 2021-10-05 at 09.39.32 (2)

Mantan Wali Kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta itu dalam pidatonya juga menyingung tentang pandemi Covid-19, yang ia ibaratkan seperti kawah candradimuka.

“Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah.”katanya

“Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah,”sambungnya

Menurutnya, ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan, semuanya diuji dan sekaligus diasah.

“Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita.”WhatsApp Image 2021-10-05 at 09.39.32

Jokowi mengatakan, tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat. “Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan.”tandasnya **

Jeprin S. Paudi

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *