Rabu , 19 September 2018

Wakil Ketua Sidak Proyek Pembangunan Drainase

HUMAS DPRD – Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Djaswadi, menggelar sidak proyek pembangunan drainase di dua lokasi yaitu di Timur SMA St. Yosef di Jl. Pajajaran Solo dan Jl. Dr. Sutomo, Mangkubumen,Laweyan,Solo,
tepatnya di selatan Solo Paragon Hotel Solo pada Senin (13/8).
Sidak dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap proyek fisik yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta.

Pantauan lapangan, beberapa pekerja merapikan dinding anak Sungai Gajah
Putih yang membentang dari selatan ke utara di depan SMA Yosef.
Sebelumnya, backhoe sudah dikerahkan untuk mengeruk sedimen dan dinding kali lama yang terbentuk dari tumpukan batu.

Djaswadi datang mengecek pekerjaan tersebut,Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta, Sihono, turut datang ke lokasi tersebut. Proyek tersebut dikerjakan CV Marditomo.

Pelaksana proyek CV Marditomo, Saiful Efendi (26) saat ditemui di lokasi menjelaskan pihaknya mengerjakan normalisasi talut sepanjang 100 meter. Mereka bekerja sejak tanggal 17 Juli 2018. “Proyek ini ditargetkan selesai dalam 100 hari kerja,” tuturnya.

Ia mengatakan talut lama hanya berkedalaman 1,5 meter.Kini, talut akan dibangun dengan tinggi tegak 2,2 meter atau tinggi miring 2,3 meter.

“Kami juga akan membuat crossing ke Kali Gajah Putih.Sementara tak ada kendala yang berarti,” katanya.

Kabid SDA DPUPR Surakarta, Sihono, menjelaskan anak sungai itu adalah drainase primer kawasan Jajar Karangasem, dan Kerten. Drainase harus dinormalisasi dan diperdalam karena air dari tiga wilayah kurang lancar mengalir ke Kali Gajah Putih.

“Kalau kondisinya seperti ini, air dari tiga lokasi bertabrakan dengan arus Kali Gajah Putih dari barat”. Makanya air di aliran ini harus antre dan membuat bagian hulu drainase tak lancar. Crossing ini kami bikin searah aliran Kali Gajah Putih agar arus air lebih cepat,” paparnya saat ditemui di lokasi.
Selanjutnya sidak dilakukan ke selatan Hotel Paragon Solo,Sihono menjelaskan pemasangan drainase sepanjang 200 meter dengan lebar dan tinggi 1 meter x 1 meter dilakukan untuk menuntaskan drainase di pertigaan JPI.

“Ini juga antisipasi, kalau Flyover Manahan jadi, drainase ini siap menanggulangi air limpahan dari sebelah barat” katanya.

Djaswadi mengatakan talut di anak Kali Gajah Putih harus dilakukan mengingat urgensitas proyek. Namun ia menyayangkan tidak adanya kantor lapangan sehingga pengawas tidak tenang di proyek

“Seakan proyek ditinggal terus”. Saya mau mengusulkan harus ada kantor proyek khususnya buat pengawas proyek, Pengawas harus selalu ada di lapangan. Agar nantinya bisa kontrol lapangan dan perkembangan proyek.” tambahnya, “Seharusnya sebelum pengerjaan, kontraktor meminta izin ke pengawas dan itu tertulis”.

Terkait proyek di Jl. Dr. Sutomo, ia menilai drainase memang harus dibuat untuk menampung air dari barat yang pernah mengakibatkan Purwonegaran banjir. (Arf)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *