Rabu , 28 Juni 2017

Vastenburg Tidak Mungkin Dibeli, Walikota Rudy Diingatkan Tidak Buang Energi

Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo diminta untuk tidak perlu patah semangat menyikapi tingginya appraizal beteng kuno Vastenburg yang mencapai Rp 800 miliar. Sebab kemampuan APBD jelas tidak memungkinkan untuk membayar, sehingga sebaiknya tetap fokus berpegangan pada UU Cagar Budaya saja, di dalam upaya mengelola.

” Kenapa mesti dipaksakan. Jangan sampai hanya membuang energi untuk urusan Vastenburg yang tidak mungkin bisa dibeli lagi. Harus mengukur baju sendiri, APBD jelas tidak kuat menanggung, meski harganya di bawah Rp 100 miliar sekali pun,” tukas Wakil Ketua DPRD Kota, Supriyanto menyikapi kegalauan walikota yang mengaku tidak mungkin lagi Pemkot bisa memiliki Beteng Vastenburg.

Dia paparkan, sebaiknya walikota bersama SKPD berpegangan pada UU Cagar Budaya dan Perda Cagar Budaya, di dalam upaya mengelola bangunan kuno warisan dari kolonial Belanda tersebut. Tanpa perlu memiliki, asal bisa bersinergi dengan pemilik, dan mampu melestarikan sekaligus memberdayakan untuk kepentingan publik, sudah sangat bagus.

Sejauh ini, lanjut politikus Partai Demokrat tersebut, Pemkot sudah mampu menghadirkan Vastenburg sebagai ajang kegiatan kepariwisataan dan budaya yang luar biasa untuk masyarakat luas. Kota Solo makin menjadi pembicaraan seiring dengan pemanfaatan beteng kuno itu sebagai lokasi untuk kegiatan yang sifatnya tontonan massal.

Pada bagian lain, Walikota FX Hadi Rudyatmo mengakui, bahwa upaya mengakuisisi Vastenburg sebagai mimpi saja, mengingat begitu mahalnya harga beteng kuno itu. Sebab dari appraizal yang dilakukan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya ( BPCB ) Jawa Tengah, harga tanah yang menjadi tempat berdirinya beteng kuno peninggalan Belanda itu mencapai Rp 800 miliar.

” Harga ini jelas melampoi kekuatan kota untuk membeli. Misalnya harus dipaksa untuk membiayai akuisisi, kemampuan hanya sampai Rp 100 miliar. Itu pun dirasa sulit untuk disetujui DPRD,” imbuh walikota berkumis itu sembari menyatakan, total APBD Kota yang hanya Rp 1,5 triliun jelas tidak mungkin dipergunakan untuk membiayai pembelian beteng kuno.

Sedang Sekda Budi Suharto menambahkan,Pemkot Surakarta sejauh ini memang belum pernah mengagendakan untuk membeli beteng kuno yang berada di jantung kota ini. ” Belum ada agenda sama sekali. Selain sudah membayangkan harga yang sangat mahal, untuk minta urun pemerintah pusat pun membutuhkan prosedur yang sangat rumit, dan belum tentu berhasil,” tandas Budi. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *