Sabtu , 22 Juli 2017

Tiga SD Dituntaskan Dengan Dana Insentif Daerah

Tiga SD Dituntaskan Dengan Dana Insentif Daerah

DANA Insentif Daerah (DID) tahun anggaran 2016 hanya Rp 5 miliar, jauh sekali bila dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4 miliar. Maka, banyak program pembangunan pendidikan yang harus didrop, agar penggunaan dana itu dapat menuntaskan beberapa sekolah dasar.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta, Supriyanto SH, mengatakan hal itu, siang tadi, menjawab pertanyaan penulis dprd-online di ruang kerjanya.

Menurutnya, ada tiga SD yang mesti dituntaskan di tahun 2016, yakni SD Badran Rp 1,56 miliar, SD Ngemplak dan SD Jajar masing-masing Rp 1, 05 miliar.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Hartanti SE, mengatakan bahwa prioritas pembangunan masih bertumpu di bidang pendidikan, kemudian kesehatan. Maka, lanjutynya, pengoptimalan anggaran harus diutamakan oleh SKPD yang menangani.

“Jangan sampai kualias proyeknya seperti yang terjadi di SD Losari, Semanggi, dan Wonosaren, Pucangsawit. Juga, lanjutnya, SMP Negeri 11, Semanggi.

Losari, Pasar Kliwon; SDN Wonosaren, Jebres; dan SMPN 11 Pasar Kliwon.

Di dalam DID juga ada dana yang peruntukkanya pengadaan mebeler, serta alat peraga serta komputer. Untuk komputer, kata politisi dari PDI Perjuangan ini, untuk menunjang Ujian Nasional (UN) berbasis computer atau Computer Based Test (CBT). Ada dana sekitar Rp710 juta untuk pengadaan fasilitas di SMPN 4 dan SMPN 9. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *