Rabu , 20 September 2017

Teguh Lebih Memilih Berjuang Lewat Partai

Sebagai anak muda Teguh Prakosa tertarik dengan pemikiran Bung Karno, baik melalui buku-bukunya maupun rekaman pidatonya. Ini yang menginsipirasi dirinya untuk terjun ke politik. Karier politik Teguh diawali saat dia menjadi Koordinator desa (Kordes) di Kel. Baluwarti, Pasar Kliwon.
Dia pun beranjak ke posisi berikutnya, yakni sebagai bendahara di Pengurus Anak cabang (PAC) PDI Perjuangan Pasar Kliwon. Hal itu terjadi saat Megawati sebagai Ketua Umum partai  yang berlambang banteng momcong putih ini.
Perjalanan politik Teguh pun moncer, dia menjabat wakil bendahara dalam kepengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta periode 2005-2010. Selanjutnya, saat partainya melakukan musyawarah cabang tahun 2010, Teguh dipercaya menjabat sebagai sekretaris partai ini hingga 2015.

Lelaki yang berlatar belakang pendidik ini  di tahun 2009 mulai mencalonkan sebagai caleg dan dia pun dipercaya oleh masyarakat Pasar Kliwon. Teguh yang kini berusia 56 tahun ini pun masuk menjadi legislator periode 2009-2014. Teguh pun oleh fraksinya ditugaskan di Komisi IV, komisi yang salah satu tugasnya soal pendidikan. Sebelum menjadi anggota DPRD Teguh berprofesi sebagai guru olah raga di SMK BK, Surakarta.

“Boleh jadi, karena latar belakang saya pendidik, maka pimpinan fraksi menugaskan saya di komisi ini,” ujarnya.

Saat pileg 2014, Drs Teguh Prakosa ini  menempati nomor urut 1 di daerah pemilihan Pasar Kliwon dan dia memperoleh 4. 090 suara. Teguh terpilih kembali. Kini, dia dipercaya partainya untuk menduduki kursi sebagai Ketua DPRD Kota Surakarta periode 2014-2019.

Dalam perbincangan dengan penulis dprd-online, dia mengatakan bahwa pernah ditawari untuk menjadi pegawai negeri oleh Walikota Slamet Suryanto. Namun, saat itu dia lebih memilih berjuang untuk kepentingan rakyat melalui partai. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *