Kamis , 21 September 2017

Tambahan Anggaran Rp 3 Miliar, Indikasi Perencanaan Tidak Matang

Lagi-lagi perencanaan kurang matang yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menjadi tudingan. Ini kali Ketua komisi IV, Drs Teguh Prakosa, yang melontarkan tudingan tersebut. Ini berkaitan dengan anggaran Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS).

Menurutnya, alokasi anggaran BPMKS yang meningkat dari Rp32 miliar menjadi Rp35 miliar pada 2014 menunjukkan kurang matangnya perencanaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Solo. Bila perencanaan Disidkpora matang, lanjutnya,  maka tambahan anggaran pada APBD-Perubahan tidak sampai Rp3 miliar.

Dia berbicara hal itu, siang tadi, kepada penulis dprd online melaluin sambungan telepon.  “Tambahan anggaran BPMKS pada APBD-P memang besar. Kalau perencanaan matang, mestinya tambahannya tidak sebesar itu,” kata politisi dari PDI Perjuangan ini.

Anggota Komisi IV lainnya, Hj Reny Widyawati, menambahkan selain persoalan yang tidak matang, ternyata banyak siswa di Surakarta yang belum terkaver dalam BPMKS, baik gold maupun silver. Padahal dalam aturannya, lanjutnya, semua siswa di kota ini harus dikaver BPMKS, selain mendapat bantuan operasional sekolah (BOS).
Banyaknya siswa yang belum terkaver itu, kata dia, disebabkan karena dua indikasi, yakni karena siswa atau anak yang bersangkutan diam tidak mengajukan BPMKS, atau karena pihak sekolah yang tidak mau pro aktif untuk mencari siswa yang belum mendapat BPMKS dan sosialisasi BPMKS. “Jumlahnya banyak, tetapi saya tidak tahu detail jumlah siswa di Solo yang memegang BPMKS,” tuturnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini mencium adanya ketidaksiapan penyelenggara pendidikan, terutama sekolah. Menurut dia, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota sudah memberi fasilitas untuk pendidikan murah di Surakarta. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *