Sabtu , 19 Agustus 2017

Supri Terima Laporan TPF Soal Kekerasan

Sedikitnya 15 orang yang mengatasnamakan Tim Pencari Fakta  (TPF) melaporkan temuan dugaan kekerasan yang dialami oleh rekan-rekan mereka di Kantor Polresta Surakarta. Laporan itu disampaikan ke DPRD setempat, siang tadi, dan diterima Wakil Ketua DPRD, Supriyanto SH.

 

Ustaz Edy Lukito mengatakan, kedatangan TPF ke DPRD untuk menyampaikan laporan hasil temuan TPF berkaitan dengan penangkapan tiga aktivis Islam oleh aparat kepolisian. Ketiga aktivis yang ditangkap itu adalah Khuzaimah alias Jaim, Susilo Agung Nusantoro dan Haedar.

 

“Khuzaimah alias Jaim ditangkap karena dugaan penganiayaan anak punk di Baturono. Susilo ditangkap terkait dengan pengrusakan Karaoke Zensho dan Haedar ditangkap lantaran dugaan pengrusakan Warung Jamu Dinda,” kata Edy saat audiensi yang berlangsung di ruang Badan Anggaran.

 

Meski ditangkap aparat kepolisian, Edy menilai pada prinsipnya banyak celaan dan cacat selama proses penahanan terhadap ketiga tahanan. Pihaknya menilai ada pelanggaran HAM dan penganiayaan. “Selama penahanan ada berbagai siksaan seperti dipukuli lebih dari 10 kali, jenggot dicabuti dan dilarang menjalankan sholat Jum’at,” katanya.

 

Dengan kejadian-kejadian itu, Edy mengungkapkan,  pihaknya kecewa berat dengan kepolisian. TPF meminta agar Kapolres setempat Kombes Iriansyah dan Kasat Reskrim Kompol Guntur Saputra agar dicopot dari jabatannya. “Kita tidak ingin ada pejabat yang tidak peduli dengan penyakit masyarakat,” tandas Edy. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *