Rabu , 28 Juni 2017

Sudah Saatnya Pemkot Kurangi Program-Program Yang Matang

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Surakarta, H Abdul Ghofar Ismail SSi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat sudah masanya mengurangi program-program yang matang. Misalnya, Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) dan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) kepada rakyat miskin

“Mestinya program semacam itu adalah program antara, yakni untuk mengentaskan kemiskinan. Bukan sebaliknya malah mengekploitasi, sehingga masyarakat tak mampu mandiri,” kata politisi dari PKS ini, siang tadi, melalui sambungan telepon.

Dia mengharapkan, program matang seperti PKMS, BPMKS, dan griya tidak layah huni (RTLH) tidak selamanya diberikan. Kalau daya beli masyarakat tinggi, program itu bisa dikurangi seiring dengan berkurangnya jumlah warga miskin (gakin), ujarnya.

“Sebenarnya program itu hanya meninabobokan rakyat, bukan memberdayakan rakyat,” tegasnya.

Secara umum, jelasnya, Komisi IV belum merasakan program pemberdayaan masyarakat, seperti biaya pendidikan agar terjangkau, warga miskin berkurang, dan kesejahteraan rakyat terwujud. Menurut dia, istilah terjangkau itu belum tentu murah. Ketika masyarakat berdaya beli tinggi, katanya, mereka bisa memilih pendidikan dan kesehatan mereka.

“Pemkot mestinya lebih memberi kail agar masyarakat berdaya. Yang terjadi sekarang, perilaku masyarakat pasrah dengan program yang ada. Gandeng ora duwe duit masuk sekolah plus, ikut PKMS dan seterusnya,” imbuhnya.

Ghofar menginginkan realisasi program itu didasarkan pada konsep dan grand design yang terukur dan fokus. Dia mengamati program-program yang dilakukan pemkot cenderung sporadis, seperti dulu ada sekolah plus sekarang dihapus. Di bidang pendidikan, pemkot sebenarnya memiliki grand design standar nasional pendidikan (SNP) mulai 2012-2025. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *