Sabtu , 27 Mei 2017

Sudah Bekerja Sosial, Malah Disuruh Nalangi Dulu

Sudah Bekerja Sosial, Malah Disuruh Nalangi Dulu

Komisi I DPRD Surakarta merasa risi, selalu mendengar pencairan hibah rutin selalu berlangsung di akhir tahun. Padahal, kegiatan sudah berlangsung hingga bukan ke-11.

Anggota Komisi I, Abdullah AA, berbicara hal itu, Rabu (10/12), saat rapat dengar pendapat dengan para camat dan kepala kelurahan se-Kota Surakarta. Rapat yang berlangsung di Gedung Paripurna itu, dipimpin Ketua Komisi I, Budi Prasetyo Ssos.

Politisi dari Partai Hanura ini menambahkan, hibah rutin itu di antarnya adalah untuk Karang Taruna, Opersional RT dan RW, Posyandu Lansia dan Balita serta masih banyak lagi.

“Kasihan mereka, sudah bekerja sosial, malah menalangi dulu. Ini kan sama artinya pemerintah tidak tahu diri. Programnya dibantu, tapi balasannya tidak baik,” tandasnya.

Dia meminta para kepala kelurahan untuk membantu cara melaporkan dan pembuatan SPj-nya. Kalau perlu, lanjutnya, DPPKA untuk memberikan contoh cara-cara pelaporan kegiatan dan pertangungjawabannya.

Perlu diketahui, para ketua RT dan Ketua RW mendapatkan dana operasional di lingkungannya. Ketua RT mendapatkan Rp 1.200.000/ tahun, sedangkan RW Rp 800.000/ tahun. Sedangkan posyandu balita Rp 4,5 juta/ tahun dan posyandu lansia Rp 4 juta/ tahun.

PENCAIRAN LEBIH AWAL: Anggota Komisi I, Abdullah AA, meminta pencairan dana hibah rutin di awal tahun, karena selama ini pencairannya di akhir tahun. (foto dan teks: Suroko)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *