Senin , 27 Maret 2017

Studi Banding DPRD Kab. Takalar ke Solo

Studi Banding DPRD Kab. Takalar ke Solo

Surakarta – Humas DPRD

Rombongan anggota DPRD Kabupaten Takalar berkunjung ke DPRD Kota Surakarta untuk studi banding terkait mekanisme penyusunan model rencana kerja tahunan pemerintahan Kota Solo, Senin (5/9). Rombongan dipimpin H Muh Jabir Bonto SE bersama anggota dewan lain dan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Kabupaten Takalar diterima Wakil Ketua DPRD H Abdul Ghofar Ismail Ssi di ruang transit DPRD Kota Surakarta.

Menurut Ghofar, kedatangan tamu dari Sulawesi tersebut ingin mengetahui secara mendetail dan membandingkan mekanisme penyusunan rencana kerja tahunan DPRD Kota Solo dengan DPRD Kabupaten Takalar.

“Kedatangan mereka disini terkait studi komparasi penyusunan rencana kerja tahunan DPRD Kab. Takalar dengan DPRD Kota Surakarta,” papar Ghofar.

Lebih lanjut Ghofar menjelaskan pada anggota DPRD Kabupaten Takalar, program tahunan biasanya didahului dari rapat internal alat kelengkapan (Alkap), untuk menemukan kesepakatan. Kemudian masing-masing Alkap membuat program kerja yang akan datang. Selanjutnya, dikumpulkan dan ditampung di Banmus beserta jadwal pelaksanaannya. Program kerja tahunan inilah yang nantinya menjadi bahan Setwan untuk masuk di APBD.

“Dengan kata lain roh kehidupan di DPRD ini sebenarnya di Banmus. Karena semua kegiatan dikumpulkan dan difilter di Banmus. Kemudian di kembalikan ke masing-masing alkap,” tambah Ghofar.

Ghofar juga menjelaskan bahwa seluruh agenda kegiatan diBanmuskan, bahkan perubahan paripurna sekalipun. Selama bisa diadakan rapat banmus pimpinan tidak pernah mengambil alih. Ibaratnya Banmus adalah miniatur paripurna.

Ditemui di ruang pertemuan usai mendengar paparan anggota Bamus (Badan Musyawarah) DPRD Kota Surakarta, Ketua Bamus DPRD Kab Takalar, Muh Nurfitri menyatakan rencana kerja pemerintah Kota Solo kami anggap memiliki magnet sebagai unsur dijadikan barometer tempat lain.

“Selain dalam pelaksanaan kinerja fungsi legislasi, kontrol dan anggaran dilaksanakan dengan sangat baik. Satu fakta bahwa kota Solo memiliki magnet dan aura sebagai kota yang layak dijadikan model percontohan kota lain,” ujar dia seraya menambahkan, “Pantas dijadikan perbandingan.” (Arf/Nang/Eng/Jes)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *