Selasa , 27 Juni 2017

Soal Sumur Dalam, RSUD Ngipang Tak Indahkan Saran Komisi IV

Soal Sumur Dalam, RSUD Ngipang Tak Indahkan Saran Komisi IV

Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Nindita Wisnu Broto SH, mengatakan, persoalan kebutuhan air untuk RSUD Ngipang sudah muncul saat rumah sakit itu dibangun. Dulu, lanjutnya, sudah disarankan untuk membuat sumur dalam dan membuat kran yang dapat diakses oleh masyarakat sekitar.

Dia berbicara hal itu, siang tadi, dalam perbincangan dengan penulis dprd-online di Kantor DPRD setempat. Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, pembangunan sumur dalam mestinya melalui kajian dulu, termasuk berembug dengan masyarakat sekitar.

Nindita menduga kedalaman sumur dalam itu hanya sekitar 30 meter saja, padahal untuk menentukan kedalamannya harus melalui kajian. “Kalau masyarakat sekitar dibuatkan kran yang mampu diakses, pasti persoalan tidak akan muncul,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Drs Teguh Prakosa mengatakan, persoalan air di RSUD Ngipang memang menjadi masalah dan pembangunan sumur dalam menjadi solusi alternatif. Pemenuhan air, lanjutnya, untuk kebutuhan MCK [mandi, cuci, kakus] memang masih kurang.

Dulu, PDAM [Perusahaan Daerah Air Minum] berjanji akan menyuplai air sekian meter kubik. Tapi, realisasinya tidak sesuai janjinya,” tambah politisi PDI Perjuangan yang ditemui secara terpisah.

Dia menegaskan,  mestinya ada tim ahli tentang air tanah yang sudah melakukan kajian dampak lingkungan sebelum sumur dalam dibangun. Teguh menduga dampak ke lingkungan tetap ada, tetapi tidak sampai terjadi kelangkaan air, mengingat masih sering ada hujan. Bila kemarau, kata dia, mungkin dampaknya akan lebih terasa. (S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *