Kamis , 25 Mei 2017

Sidak Komisi IV ke Museum Keris dan Puskesmas Bumi

Sidak Komisi IV ke Museum Keris dan Puskesmas Bumi

SURAKARTA – Komisi IV meninjau proses pembangunan diorama (miniatur tiga dimensi proses pembuatan keris) pada Museum Keris dan Puskesmas Bumi yang sudah memasuki deadline pengerjaan, Jumat (9/12).

 

Proses pembangunan Museum keris tinggal menyisakan penataan diorama miniatur tiga dimensi,  proses pembuatan keris serta penempatan koleksi keris. Menurut laporan dari Dinas Pariwisata sudah ada 355 buah keris yang siap untuk ditata di dalam museum. Minimal akhir Desember sudah masuk peresmian.

 

Hartanti, Ketua Komisi IV mengatakan “proses pembangunan kurang diorama saja, kemarin di 2015 sempat tertunda kita anggarkan kembali 2016. Harusnya juga Juli kemarin sudah selesai akan tetapi gagal lelang,” katanya, “akhir Desember kita harapkan sudah masuk peresmian.”

 

Keterlambatan pembangunan ini disinyalir selain adanya proses lelang yang mundur juga pengiriman barang miniatur dari Jakarta yang agak tertunda.

 

 

Asal Jadi

 

Berbeda dengan Museum Keris yang berada di Sriwedari, Pembangunan Puskesmas Bumi terkesan asal jadi. Demi mengejar target yang terjadwal hari ini (9/12) selesai, proses finishing pun kurang maksimal dan masih banyak kekurangan seperti aci kolong belum terpasang, kaca jendela masih mlompong, atap bocor, dan warna keramik yang berbeda.
img_3831

“Mengkhawatirkan sekali jadi tidaknya, ternyata kita kesana memang secara fisik sudah jadi tapi belum secara utuh,” jelas Hartanti seraya menegaskan, “masih ada beberapa kaca jendela belum terpasang.”

 

Selain kaca jendela yang belum terpasang, Kristianto Anggota Komisi IV mengungkapkan kekecewaannya terkait pemborong yang tidak mengindahkan hal yang sudah diperingatkan sidak sebelumnya.

 

“Setelah beberapa kali sidak kesana yang dulu kita sudah mengingatkan pihak pemborong bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi, diperbaiki, dan harus diganti. Tapi ternyata ini tadi kita temukan lagi beberapa hal yang belum final atau belum diperbaiki,” ungkap Kristianto dengan nada tegas “aci an kolong belum ada, dan ada kebocoran di atas atap.”

 

Seharusnya pembangunan Puskesmas memang target hari ini (Jumat, –red) sudah selesai. Akan tetapi masih ada kesan untuk mengejar target pengerjaannya dipaksakan dan asal-asalan.

 

“Kalau cuman mengejar target kan banyak sekali yang bisa. Pokoknya bangunan selesai bisa ditempati,” jelas Kristianto, “Target memang selesai cuma finishing kita kecewa.”

 

Ditemui di tempat yang sama, Asih Sunjoto Putro, Sekretaris Komisi IV mengungkapkan bahwa satu hal yang perlu dicermati adalah keramik berbeda warna dalam satu lantai.

 

“Ada perbedaan keramik di lantai yang sama, sebenarnya sama-sama putih akan tetapi yang lain putih agak keabu-abuan,” jelas Asih, “Hanya karena alasan stok sing penting dadi sehingga warna keramik saja jadi beda, itu kalau sudah dibersihkan kelihatan sekali.”

 

Menurut laporannya menyoal keramik yang belang-belang dan kurang nyaman untuk dilihat, pemborong berkilah bahwa stok terbatas dan kesulitan barang. (Arf)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *