Kamis , 16 Agustus 2018

Sidak Komisi IV DPRD Kota Surakarta Meninjau Pembangunan RSUD Semanggi

Sidak Komisi IV DPRD Kota Surakarta Meninjau Pembangunan RSUD Semanggi

Humas – Kamis 26 Juli 2018 Komisi IV DPRD Kota Surakarta melakukan inspeksi mendadak di lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Semanggi. Sesampainya di lokasi, rombongan yang dipimpin oleh ketua komisi IV DPRD Kota Surakarta Drs. Paulus Haryoto langsung meninjau bagian dalam Gedung setinggi 6 lapis IMG_9176tersebut. Saat ini menurut Pengawas Pembangunan Supadi progress pembangunan sudah melebihi dari target yang ditetapkan, dari semula 26% untuk tahap ini menjadi 27%. Bahkan di beberapa titik sudah terlihat proses instalasi Mekanikal Elektrikal dan Instalasi Hydrant. Walaupun saat ini atap bagian selatan Gedung sedang dalam proses pengecoran tahap akhir/Topping Off.
Di sisi lain Persoalan muncul saat Komisi IV DPRD Kota Surakarta mendapati minimnya Lahan Parkir di RSUD kedua milik pemkot tersebut. Jika mengacu pada Perencanaan awal pembangunan, RSUD Semanggi direncakan memiliki lahan parkir bawah tanah atau Basement. Namun dikarenakan pertimbangan anggaran serta IMG_9139waktu yang diperlukan untuk mengeruk dan mempersiapkan struktur dasar bangunan melebihi batas pengerjaan hal itu urung dilaksnakan. Selain itu kontur tanah yang tepat berada disebelah sungai membuat basement rawan akan genangan banjir ketika musim hujan melanda.
“Untuk RSUD dengan kapasitas 200 bed saya kira lahan parkir masih kurang. Ini perlu diperhatikan. Pemkot harus mencari lahan alternatif yang digunakan untuk lokasi parkir. Karena sampai saat ini belum ada rencana penggunaan lahan di sekitar rumah sakit. Sebenarnya pemkot memiliki banyak lahan dengan status Hak Pakai (HP). Sebut saja lahan HP 16 yang berada persis di depan rumah sakit. Namun lahan tersebut direncanakan untuk pemukiman,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Paulus Haryoto.
Sementara itu Pengawas Pembangunan RSUD Semanggi, Supandi mengungkapkan ketersediaan lahan parkir memang menjadi salah satu persoalan yang dihadapi dalam pembangunan. Dia mengaku sudah mengangkat persoalan tersebut ke pihak Dinas Kesehatan. Namun hingga kini belum mendapatkan solusi konkrit.
“Ada rencana, tapi ini masih rencana, kita bangun lahan parkir di bagian belakang bangunan rumah sakit diatas IMG_9140bangunan IPAL. Kami rencanakan bangunan berstruktur baja tersebut dapat menampung 300 kendaraan bermotor. Sedangkan menurut hitungan kasar kami lahan yang terbuka yang tersisa untuk parkir mobil hanya mampu menampung kurang lebih 60 kendaraan roda empat. Kami usahakan agar dapat berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar bahu jalan didepan RSUD dapat diguakan sebagai lahan parkir. Kami usahakan selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Tetapi sementara memang belum ada keputusan,” kata Supandi.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *