Minggu , 23 Juli 2017

Sidak Komisi II ke Sepanjang Gatsu-Radjiman dan Ps. Legi

Sidak Komisi II ke Sepanjang Gatsu-Radjiman dan Ps. Legi

SURAKARTA – Anggota Komisi II meninjau langsung tempat penataan koridor di Sepanjang Jl. Gatot Soebroto – Radjiman (Seberang Matahari Singosaren) dan pengerjaan drainase Ps. Legi untuk mengetahui tahapan progres pembangunan di kedua kawasan tersebut, Selasa (13/12).

 

Sama-sama menyisakan tenggat waktu 5 hari lagi, kedua pengerjaan penataan koridor dan drainase memasuki tahap akhir kontrak. Penataan kawasan koridor sepanjang Jl. Gatot Soebroto – Radjiman dipastikan selesai tepat waktu karena sampai saat ini sudah memasuki tahap 97 persen.

 

Supriyanto, Sekretaris Komisi II mengatakan, “Penataan koridor di sepanjang Gatsu-Radjiman yang kurang lima hari ini hampir selesai, akan tetapi kami akan terus pantau hingga nanti koridor Gatsu – Radjiman ini dapat selesai tepat waktu,” katanya seraya menambahkan, “Ini menurut kami kurang lebih 97 persen dan batasnya nanti sampai tanggal 18 selesai.”

 

Menurut Komisi II, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menambah daya tarik koridor Gatsu ini seperti penataan estetika kabel listrik, tiang listrik, struktur drainase dan tiang lampu. Dikarenakan kawasan koridor Gatsu ini akan diproyeksikan sebagai salah satu kawasan ikonik Kota Surakarta.

“Terkait dengan estetika kawasan ini kan sangat penting, ke depannya akan diarahkan menjadi salah satu yang akan dikembangkan di Kota Surakarta sebagai ikon,” ungkap Supriyanto.

 

YF Sukasno selaku Ketua Komisi II, menambahkan bahwa menurut laporan dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) memang pedestrian ini rendah, tetapi harapan kami jalur cepat yang ada di kawasan ini dirubah menjadi jalur lambat dengan penambahan paving, sehingga otomatis gerak laju kendaraan melambat. Kalau di aspal khawatirnya pedestrian akan kalah tinggi dengan kontur jalan yang beraspal.

 

“harapannya ada penambahan paving bukan aspal, jadi nanti dari ujung jalan sudah terlihat indikasi bahwa kawasan ini adalah wisata belanja, sehingga pengguna jalan melambatkan lajunya,” katanya, “otomatis lalulintas yang melewati kawasan ini pasti melambat sembari menikmati pemandangan yang telah tersaji.”

 

Sukasno juga menegaskan bahwa semua pekerjaan semua disini diharapkan selesai tahun ini. “Saya yakin 18 Desember selesai karena saya melihat sendiri pengerjaannya mayoritas malam hari dengan jumlah pekerja sekitar 90an orang lebih,” terangnya sambil menegaskan, “Terkait pekerjaan saya yakin selesai.” 

 

img_4179

Indikasi Tidak Selesai

 

Pengerjaan pembangunan drainase yang bersumber dari APBD-P di kawasan sekitar Ps. Legi hampir dipastikan tidak selesai mengingat hanya menyisakan 5 hari kontrak serta sempat gonta-ganti pekerja dan mangkrak selama satu minggu. Ketika di lokasipun tidak ditemukan papan proyek yang lazimnya terpasang.

 

 “Mulainya sudah dari dulu andai kata sesuai tahapan pasti selesai tepat waktu. Ini saya yakin prosesnya tidak dilakukan sesuai tahapan, jadi ya begini jadinya,” jelas Sukasno, “Pekerjaan sempat berhenti semingguan dan ganti pemborong.”

 

Melihat adanya gonta-ganti pekerja dan pemborong pasti ada indikasi bahwa pembangunan ini bermasalah. “Berarti kan ini ada masalah dan mengakibatkan tahapannya terhambat,” katanya, “padahal lima hari lagi harus segera diserah terimakan.”

 

Komisi II juga menemukan tambahan pengerjaan cor yang kemungkinan di DED (Detail Engineering Design) tidak seperti itu. Akan tetapi sangat disayangkan ketika di lapangan tidak ada orang yang bisa dikorek informasi dan ditanyai perihal pengerjaan drainase hanya ada pemborong saja.

 

“Kalau ini ada tambahan pekerjaan yang diluar rencana pasti akan mengurangi volume pekerjaan yang lain. Tapi sangat disayangkan disini tidak ada pengawas ataupun orang yang bisa ditanyai,” imbuhnya.

 

Edy Jasmanto, Anggota Komisi II juga mengiyakan menyoal kemungkinan gagal selesai on time. “Ini tidak akan jadi karena ada Bas Borong Gali, berhenti seminggu duite angel.” ungkapnya.

 

Menurutnya, dengan berhenti seminggu itu berarti banyak pekerjaan yang berhenti semua, kalau itu jalan terus satu minggu pasti jauh lebih banyak hasilnya.

 

“Saya yakin itu tidak selesai, karena menyisakan lima hari dan pekerjanya pun tidak banyak,” tambah Edy, “Harusnya kontraktor yang baik bekerja sebelum deadline, kalau toh sekarang dilembur besuk dilembur harusnya dikerjakan di awal itu lebih enak.” (Arf)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *