Senin , 17 Desember 2018

Sidak Komisi II DPRD Kota Surakarta ke Overpass Manahan

Dewan Ragukan Overpass Manahan Selesai Oktober

HUMAS DPRD – Komisi II DPRD Kota Surakarta meragukan proyek Overpass Manahan selesai sesuai target, tepatnya 5 Oktober 2018. Pasalnya, sampai awal Agustus ini pengerjaan baru mencapai 49 persen dan waktu efektif tinggal dua bulan berjalan.

Untuk itu, Komisi II DPRD Surakarta mendesak Pemkot Surakarta untuk mengawasi penyelesaian proyek overpass Manahan tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPRD Surakarta, Supriyanto meminta agar Pemkot Surakarta tidak lepas tangan meskipun proyek tersebut didanai pusat karena pengawasan tetap berada di tangan Pemkot.

“Kami melihat perkembangannya terlalu lambat. Makanya kami khawatir tidak bisa selesai sesuai waktu karena tinggal dua bulan efektif. Apalagi ada perubahan-perubahan yang meskipun tidak berpengaruh namun perlu disosialisasikan juga,” ujarnya dalam sidak, Rabu (1/8/2018).

Supriyanto menekankan pengerjaan proyek overpass Manahan tetap harus tepat waktu karena akan digunakan untuk agenda nasional lari 28 kilometer.

“Penyelesaian harus dikebut tapi tetap tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Kami mendorong agar kontrak kerja berjalan baik. Termasuk dalam melakukan sidak ini, sebagai bentuk antisipasi, jangan santai dan harus profesional. Tanggal 5 Oktober harus selesai,” imbuhnya.

Site Manager Proyek Overpass Manahan PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi menegaskan pihaknya akan melakukan percepatan agar proyek selesai sesuai target, Oktober mendatang. Sampai saat ini, pengerjaan proyek sendiri telah mencapai 49 persen.

“Untuk pelaksanaan pembangunan sudah dijadwalkan beberapa pengerjaan pada Agustus dan September khususnya pada konstruksi. Percepatan bakal dilakukan sesuai jadwal agar masa penyelesaian proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Selama Agustus-September percepatan pemasangan baja bergelombang dan mortar busa di sisi utara dan pengerjaan mortar busa plus slide beton di sisi selatan,” tuturnya.

Kemudian tahap selanjutnya yaitu pemasangan barier beton sebagai pembatas jalan yang selanjutnya diteruskan dengan pemasangan 34 lampu penerangan jalan umum disisi jembatan tersebut. Untuk itu selain memaksimalkan pengerjaan struktur bangunannya, pelaksana juga mempersiapkan sejumlah titik intalasi listrik yang akan mengaliri lampu PJU tersebut. Dan bila semuanya berjalan lancar, Pemkot juga dijadwalkan mulai bisa menghias dinding-dinding jembatan.

“Dan pada bulan yang sama, diprediksikan pada pertengahan September, jembatan penyambung sisi utara dan selatan yang berada di atas perlintasan sebidang kereta api manahan akan dipasang. Meskipun lalu lalang kereta cukup padat, pihaknya memastikan pemasangan girder tersebut tak akan mengganggu lalu lintas kereta api disana. Pemasangannya nanti kan pakai launcer jadi tak akan mengganggu perjalanan kereta. Namun hal ini akan tetap kami koordinasikan dengan PT KAI untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan kereta api,” pungkasnya. (ARF)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *