Sabtu , 23 September 2017

Sendimen Tiga Sungai Mengkhawatirkan

Wakil Ketua Komisi II  DPRD Surakarta, H Hami Mujadid Irsyad SAg menyatakan,  kandungan walet atau sendimentasi di tiga sungai yang mengalir di kota ini sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Dia menambahkan, pengerukan walet tersebut harus menjadi prioritas kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo di 2014.

Dia berbicara hal itu, siang tadi, kepada penulis dprd-online di ruang kerjanya. Politisi PAN ini menambahkan, prioritas kegiatan untuk antisipasi banjir pada tahun ini lebih pada upaya pengerukan sedimentasi di tiga sungai, yakni Kali Jenes, Kali Anyar, dan Kali Pepe.

Menurut Hami, kandungan sedimentasi di tiga sungai itu sudah mengkhawatirkan dan segera harus dikeruk. Dia menjelaskan, di  APBD 2014 sudah dialokasikan anggaran untuk pengerukan sedimentasi yang menjadi satu dengan anggaran pembangunan drainase dan jalan senilai Rp5 miliar.

“Anggaran Rp5 miliar itu belum dipisah-pisah untuk penggunaannya. DPU yang memisahkan anggaran itu berdasarkan skala prioritas. Sayangnya, kami dua kali mengagendakan rapat dengan DPU selalu gagal karena persoalan teknis. Kalau tahun kemarin [2013], pemkot sudah memperbaiki pintu air dan pengadaan mesin sedot air. Sekarang, prioritasnya, ya, pengerukan walet itu,” ujarnya.

Selain itu, Hami berharap ada kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai karena ada laporan banyaknya sampah yang menumpuk di pintu air dan di daerah Tipes. Pihaknya ingin masalah pola hidup bersih itu bisa ditanamkan kepada masyarakat sekitar sungai.

“Asal dua hal itu beres, saya rasa upaya antisipasi banjir sudah maksimal. Artinya, ketika banjir datang tiba-tiba langsung bisa teratasi dengan cepat. Syukur tidak terjadi di Solo. Pengerukan walet menjadi target untuk diselesaikan tahun ini,” tegasnya.

Hami menambahkan perbaikan talut juga menjadi prioritas dalam pembangunan drainase, terutama talut di sepanjang Kali Jenes. Menurut dia, sebagian talut di Kali Jenes, wilayah Serengan, dan sebagian wilayah Semanggi sudah dibangun. Namun, dengan ambrolnya talut di Sampangan, lanjut dia, maka semua talut sepanjang Kali Jenes wajib dibangun.

“Kalau dananya kurang, bisa diajukan kembali pada APBD-Perubahan 2014,” ujarnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *