Jumat , 22 September 2017

Sejumlah Fraksi Apresiasi Gelaran Solawat Rebana Sambut HUT Proklamasi RI ke-69

Sejumlah fraksi di DPRD Kota Surakarta memberikan apresiasi positif gelaran tabuh rebana akbar untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-69 dan sekaligus Idul Fitri, yang rencananya dilaksanakan pada 9 Agustus, di Masjid Agung Keraton Surakarta.

” Terlepas siapa pun yang menggelar acara itu, ini sebuah kegiatan sangat positif yang membantu kota Surakarta sebagai kota wisata budaya bernafas rohani atau keagamaan. Pemkot saya kira patut mendukung,” ungkap Ketua FNIR, Abdullah AA, Selasa ( 5/8) di kantor dewan.

Menurut dia, perhelatan akbar dengan gelar budaya bernafas Islami untuk merayakan hari kemerdekaan RI dan juga silaturahim untuk perayaan Idul Fitri. ” Tabuh rebana ini tidak main-main, karena rencananya diikuti 50 ribu penabuh rebana. Sungguh kolosal dan sangat fantastis, dan apalagi diadakan di kompleks Masjid Agung, yang menjadi simbol syiar Islam masa lalu,” tutur politisi Hanura ini sekali lagi.

Hal sama diungkapkan oleh ketua Fraksi PAN, Umar Hasyim yang melihat, bahwa gelaran 50 rebana untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI dan Idul Fitri itu tentu sangat menyejukkan, dan memiliki nilai lebih karena mengajak kepada kebaikan dan bukan sekadar hura-hura.

” Apalagi tidak menggunakan anggaran daerah, tentu kalau ini bisa dikembangkan untuk mengharumkan nama kota Solo atau Surakarta, sangatlah bagus. Pemkot sebaiknya memberikan dukungan sepenuhnya,” timpal Umar.

Yang jelas, perhelatan tabuh rebana yang akan diikuti puluhan ribu peserta itu digelar oleh Majelis Raudhah Solo berkolabirasi dengan Majelis Riyadul Jannah Malang, Jatim. ” Pelaksanaan memang ditepatkan pada peringatan wafatnya ulama besar kota Solo, yakni Habib Anis bin Alwi al Habsyi, yang jatuh pada 14 Syawal atau 9 Agustus. Namun begitu konsepnya, untuk halal bihalal dan lebih menonjolkan solawat rabana,” tukas menantu Al Habisyi yang juga Pimp[inan Maje;lis ar Raudhah, Habib Novel bin Muhammad Alaydrus.

Menurut dia, sebelum acara inti dimulai, akan dilakukan kirab ulama dan grup rebana menggunakan becak, berangkat dari Majelis Ar-Raudhah, Jalan Duwetan Semanggi. Sedikitnya ada 50 ulama mengikuti kirab untuk menuju Masjid Agung Surakarta yang menjadi pusat kegiatan, ditambah puluhan grup rebana dari TNI/Polri. ( K )

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *