Sabtu , 19 Agustus 2017

SBC 2014 Harus Lebih Mampu Mengangkat Surakarta Sebagai Kota Batik

Kalangan Komisi III DPRD Kota Surakarta mengingatkan Satuan Perangkat Kerja Daerah ( SKPD ) yang bertanggung jawab atas pagelaran batik carnival 2014 yang akan digelar 22 Juni nanti, bisa bekerja lebih serius, khususnya dalam mengemas dan sekaligus membuat tema, yang mampu menghipnotis masyarakat luar bahwa Solo atau Surakarta sebagai kota batik.

” Hal ini perlu saya ingatkan, sebab pagelaran tahun 2013 dulu banyak orang kecewa, dan menganggap sebagai pertunjukkan yang gagal, karena temanya tidak menarik sejak awal.Jadi sebaiknya jangan sampai terulang,” ungkap Abdullah AA kepada Penulis DPRD Online, Senin ( 17/3).

Politisi yang paham betul tentang seni dan produk batik itu menyatakan, tim kreatif dari SBC 2014 harus mampu menyikapi kegagalan pagelaran tahun lalu, dengan mencoba membuat tema kekayaan batik masa lalu, yang menjadi memori kuat atas seni batik, untuk kemudian didesain ulang sebagai harta karun yang perlu dimunculkan kembali.

” Tentu dengan cara itu akan menjadi lebih futuristik, dan membuat orang akan memuji keelokan batik, yang gilirannya akan mampu menginspirasi banyak khalayak untuk berburu batik. Ini kan sebuah keuntungan buat kota Surakarta yang sudah terkenal sebagai kota batik,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Tim Kreatif SBC 2014 telah menegaskan untuk tidak mengulangi kegagalan pagelaran tahun lalu, dan sudah bersiap dengan desain ulang yang lebih mengkilat dengan tema Majestu Treausre atau Harta Karun yang Megah. ” Ini SBC yang ketujuh, sehingga harus lebih baik dan lebih menarik ketimbang yang sebelumnya,” tukas Tiwi kepada wartawan.

Menurut dia, sejumlah motif batik klasik sudah dipersiapkan, seperti Sido Mukti, Sido Luhur, Sido Drajat, Truntum, Wahyu Tumurun, dan sejumlah motif batik kuno lain, yang diyakini akan mampu mengangkat kembali harta karun yang megah dari seni batik kota Solo atau Surakarta.

” Kami yakini batik klasik yang dirancang secara megah, katanya, akan menampilkan citra dan karakter sesuai makna simbol-simbol di balik kain batik tersebut dengan kesan anggun, gagah, berwibawa dan sebagainya, Mudah-mudahan SBC yang ketujuh ini, benar-benar mampu memberikan kemegahan dan kesuksesan kota Solo dalam mengenalkan batik ke dunia,” tandas dia sekali lagi. ( K ).

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *