Kamis , 21 September 2017

RAWAN BENCANA Tanggul Longsor, Warga Minta jadi Prioritas Parapet

RAWAN BENCANA Tanggul Longsor, Warga Minta jadi Prioritas Parapet

SURAKARTA — Warga Kampung Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, berharap wilayahnya menjadi skala prioritas proyek parapet Sungai Bengawan Solo menyusul kembali longsornya tanggul yang berada di tepi Kali Jenes. Kali terakhir terjadi longsoran baru sepanjang 60 meter di RW 023 lantaran intensitas curah hujan yang masih tinggi di penghujung April ini.

 

Dalam pantauannya menurut Komisi II, selama lima bulan terakhir tanggul yang semula memiliki lebar 4,5 meter ini tinggal 1,5 meter. Kondisi ini diperparah karena di bawah tanggul terdapat pipa instalasi pembuangan air limbah (IPAL) yang punya diameter mencapai satu meter. Keberadaan pipa-pipa ini membuat tanah tak lagi padat dan rawan longsor.

 

“Kami minta wilayah kami diprioritaskan untuk proyek parapet Sungai Bengawan Solo ini. Bagaimana pun batas setelah tanggul itu langsung rumah warga. Di RT 023 saja ada sebanyak 448 kepala keluarga yang terbagi dalam lima RT. Ini bisa menjadi ancaman bukan hanya untuk kami, tapi juga bagi semua warga Solo,” papar Ketua RW 023 Kampung Mojo, Semanggi, Nur Ahmad, dalam inspeksi mendadak (Sidak) Komisi II DPRD Solo, Rabu (26/4).

 

Fasilitas Lingkungan (Fasling) RW 023, Prabowo, menambahkan ketiadaan pompa membuat air yang menggenang saat curah hujan tinggi di lingkungan tempat tinggal warga kian memprihatinkan. Bahkan, RT 002 dan RT 004 selalu jadi langganan banjir saat hujan. Padatnya permukiman penduduk membuat area terdampak genangan air kian meluas.

 

“Kami khawatir proyek parapet belum sampai sini, tanggul sudah jebol karena daerah ini sangat rawan longsor. Kami berharap ada penanganan meski sifatnya sementara. Kami sudah kerap melaporkan ini kepada pihak-pihak yang berwenang,” tuturnya.

 

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno, mengatakan penanganan ini butuh koordinasi secepatnya dari berbagai pihak, baik itu Pemkot Solo hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang bertanggung jawab atas proyek parapet. Namun demikian, perlu adanya penanganan sementara untuk pencegahan seperti diberi patok bambu dan bronjong agar tanah tak kian tergerus. (ARF)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *