Senin , 29 Mei 2017

Public Hearing Persetujuan DPRD terkait Sister City

Public Hearing Persetujuan DPRD terkait Sister City

SURAKARTA – Kamis, (8/9) Publik hearing raker pansus persetujuan DPRD terkait kerjasama sister city antara Kota Surakarta dengan Kota Xi’an, RRT dilaksanakan di Ruang Graha Paripurna. Publik hearing ini guna mendengarkan masukan dan saran dari tamu undangan untuk pembahasan serta pertimbangan pansus selanjutnya.

 

Kota Surakarta dipilih dan ditunjuk untuk menjadi pilot project dari BAPPENAS untuk menjadi kota kembar dengan Kota Xi’an. Dalam prosesnya selama ini, sudah dimulai penjajakan dengan pemerintah kota Xi’an. Diprediksikan Bulan Oktober akan diadakan penandatanganan MOU dengan Kota Xi’an.

 

Fokus penjajakan antara lain, bidang kebudayaan, pariwisata, perdagangan, perindustrian, dan pendidikan. Dalam hal ini juga, DPRD Kota Surakarta sudah melakukan studi banding dengan Kota Bandung yang notabene lebih dahulu melakukan kerjasama dengan negara-negara maju sejak tahun 1960.

 

“Kita menggali informasi di Bandung guna mengambil manfaat yang bisa digunakan nantinya. Seperti diketahui, kerjasama di Bandung yang sudah berjalan adalah bidang pendidikan, pariwisata, dan teknologi”, jelas Wawanto.

 

Wirasti (Bagian Kerjasama), memaparkan bahwa sejak tahun 2013 Pemkot Surakarta difasilitasi oleh BAPPENAS untuk melakukan kerjasama Sister City dengan Kota Xi’an. Selain itu, telah dimulai adanya penjajakan dengan saling berkunjung.

 

“Di tahun 2014 telah dilakukan FGD (Forum Group Discussion) yang diundang pada waktu itu adalah SKPD se Surakarta untuk menuangkan apa saja yang akan dikerjasamakan. Kemudian, penjajakan penyusunan Draft LOI dilakukan 25 September 2015, dimana kota Surakarta diwakili oleh Ahyani ketua BAPPEDA,” terang Wirasti.

 

Suharno (UNISRI) menyarankan, berkaca dari kerjasama sebelumnya (Montana, Bulgaria), mengingatkan agar rencana kerjasama dengan Kota Xi’an tidak senasib seperti terdahulunya.

 

“Mohon untuk disikapi dengan cara program ini disiapkan dan melibatkan masyarakat/stakeholder yang terkait. Jangan sampai kerjasama ini hanya merupakan keinginan saja tetapi merupakan kebutuhan. Dikarenakan kalau hanya sebatas keinginan semata akan menimbulkan pencitraan belaka”, tambah Suharno.

 

Selain itu, Herdwiyanto (Ketua LPMK Semanggi) berpendapat bahwa prioritaskan kerjasama di bidang industri. Masyarakatpun diikutsertakan atau ambil bagian dalam pameran maupun perdagangan. Serta, gencarkan promosi industri kecil yang ada.

 

“Ketatkan filterisasi, jangan sampai simbol-simbol komunis diselipkan dalam bidang pendidikan. Perbedaan ideologi akan menjadikan permasalahan di dalam masyarakat. Khususnya IPTEK, kita akan kalah teknologi dengan Kota Xi’an sehingga menguntungkan delegasi kita bisa menimba ilmu dan diterapkan di Surakarta melalui Techno Park,” papar Herdwiyanto.

 

“Dalam kerjasama dengan Kota Xi’an ini, kita juga harus pinter-pinter memilih, karena tentunya Kota Xi’an pengen untung dan sebaliknya Kota Surakarta juga pengen untung. Jangan sampai kita malah dimakan Kota Xi’an,” tutup Wawanto. (ARF)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *