Sabtu , 22 Juli 2017

Proyek SMPN XI Semanggi Amburadul

Proyek SMPN XI Semanggi Amburadul

PELAKSANA proyek SMP Negeri XI diduga tak mematuhi bestek pengerjaan kayu, baik jendela maupun daun pintu. Di dalam besteknya tertera kayu jati, tapi di lapangan ada kayu di luar bestek. Bahkan, di salah satu sisi betoinnya bocor dan terlihat bekas rembesan air.

Demikian salah satu temuan Komisi IV DPRD Kota Surakarta saat sidak di SDMN Negeri XI, Semanggi ini, siang tadi. Ketua Komisi ini, Hartanti SE, kecewa berat dengan kualitas bangunan yang dikerjakan oleh PT Duta Mas Indah, Semarang.

Atas pertanyaan penulis dprd online, pelaksana dari PT Duta Mas Indah, Bimo, mengatakan, bahwa pekerjaan kayunya disubkan ke pihak ketiga. Atas temuan ini, katanya, pihaknya akan komplain ke pihak ketiga tersebut.

Sementara itu, Ardianto K SH, mengatakan selain kualitas kayu, pengerjaan kayunya juga tidak rapi. Dia meminta rekanan untuk mengetes kayu itu ke laboratorium UNS. “Saya menduga di dalam pengerjaan kayu bini ada kayu akasianya. Jika itu terbukti, ini bentuk penyelewengan,” ujarnya.

Hartanti SE menyesalkan proyek senilai Rp 5,7 miliar ini dikerjakan dengan cara yang tidak benar, pekerjaannya cenderung amburadul. Apalagi, lanjutnya, ini merupakan proyek lanjutan, yang tahap satu tidak rampung. Sedangkan tahap dua amburadul, ujarnya.

“Jelas proyek ini tidak rampung tepat waktu, karena tinggal beberapa hari,” tandasnya. (S)

TAK SESUAI BESTEK: Pengerjaan kayu diduga menyalahi dokumen kontrak. Di dalam dokumen tertera kayu jati, tapi terpasang ada yang bukan jadi. (Foto dan teks: S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *