Kamis , 27 Juli 2017

Proyek Koridor Pasar Gede Batal Digarap

Proyek Koridor Pasar Gede Batal Digarap

Proyek Koridor Pasar Gede yang direncanakan tahun ini dibangun, ternyata batal dilaksanakan. Pasalnya, proyek yang merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah itu saat lelang pertama hanya satu rekanan yang mendaftar, sehingga lelang batal. Saat lelang kedua, ada dua rekanan yang mendaftar, namun yang satu menawar di atas pagu dan yang satu rekanan yang lain tidak memenuhi persyaratan.

Demikian alah satu persoalan yang mengemuka dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kota Surakarta, siang tadi (1/10). Rapat kerja ini menghadirkan Dinas tata Ruang Kota (DTRK). Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi II, Supriyanto SH, ini dihadiri lima anggota komisi yang lain. Mereka adalah : Drs Taufiqurahman, Drs Hery Jumadi, Kosmas Krisnamurti, Ginda  Ferachtriawan, SE MSi dan H Edy Djasmanto SH.

Sementara ketua dan wakil ketua komisi ini serta anggota yang lain tengah mengikuti kunjungan kerja ke Lombok dalam kaitan panitia khusus rancangan perubahan peraturan DPRD No 1 Tahun 2010 tentang Tata Tertib.

Kepala DTRK, Endah Sitaresmi, mengatakan bahwa kegagalan lelang itu di luar kendali DTRK. Pihaknya merasa sudah berusaha meyakinkan rekanan bahwa faktor nonteknis, seperti penutupan jalan, dijamin oleh opemerintah kota.

Dia menambahkan, proyek senilai Rp 5 miliar itu bidang pekerjaannya meliputi jalan di depan Pasar Gede dan tempat parkir. Karena, lanjutnya, waktu pengerjaan proyeknya hanya 75 hari kerja, maka disyaratkan proyek ini full financering.

Hal itu, menurutnya, disebabkan banyak barang pabrikan. “Sehingga rekanan harus membiayai terlebih dulu, sehingga kalau pekerjaannya tidak selesai, maka rekanan tidak dibayar.”

Apalagi, tambahnya, proyek ini meluncur di APBD Perubahan yang memliki rentang waktu yng pendek untuk pekerjaan fisik, terlebih beresiko tinggi. “Kami ingin mendapatkan rekanan yang baik, tapi malah tidak ada rekanan yang mendaftar,” ujarnya.

Dia berharap proyek ini dapat menjadi proyek luncuran di tahun 2015. Karena, lanjutnya, dana bantuan itu sudah masuk ke kas daerah lagi.”

Atas hal itu, Supriyanto merasa prihatin tentang kegagalan lelang tersebut. Menurutnya, proyek ini merupakan permintaan dari pemkot, saat dananya sudah diberi, malah tidak dapat mengerjakan.

“Bagi kami ini pelajaran berharga, jangan sekadar mampu meraih bantuan, tapi tidak mampu mengerjakan proyeknya. Mestinya, hal ini menjadi catatan penting bagi provinsi,” kata politisi dari Partai Demokrat ini. (S)

PRIHATIN: Kegagalan proyek Koridor Pasar Gede untuk dapat dikerjakan tahun ini mengundang kerpihatian Komisi II DPRD Surakarta. (foto/teks: S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *