Kamis , 21 September 2017

Proyek Fisik Di APBD-P 2014 Jadi Perdebatan

KETUA Komisi III DPRD Surakarta, Honda Hendarto, tidak  khawatir dengan proyek pekerjaan fisik di APBD Perubahan 2014. Meski waktu terbatas,  tambahnya, pekerjaan fisik tersebut akan selesai tepat waktu.

Dia berbicara hal itu, siang tadi, saat penulis dprd-online meminta tanggapannya sekitar proyek fisik di APBD-Perubahan TA 2014. Karena waktu pekerjaan yang efektif hanya sekitar 90 hari.

Perlu diketahui,  dalam Rancangan APBD Perubahan 2014, dianggarkan proyek fisik seniliai Rp 5 miliar untuk Terminal Tirtonadi. Anggaran itu diperuntukkan bagi pembangunan shelter bus di sisi tengah.

“Kalau perencanaan matang, pelaksanaan pekerjaan fisik di APBD Perubahan tidak akan terbengkelai. Itu tinggal kinerja masing-masing SKPD,” kata politisi dari PDI Perjuangan ini.

Honda mengatakan, lantaran waktu realisasi APBD Perubahan 2014 yang hanya sekitar empat bulan, SKPD terkait harus merencanakan dengan baik. Dengan demikian, diharapkan pekerjaan fisik itu dapat selesai tepat waktu.

Sementara, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail SSi berbicara lain. Politisi dari PKS ini  menilai seharusnya dalam APBD Perubahan, kegiatan fisik dihindari. Hal ini mengingat keterbatasan waktu yang ada, ujarnya.  “Terlebih nilai pekerjaan fisik yang dimasukkan terbilang besar.”

“Seharusnya proyek-proyek fisik itu tidak muncul di APBD Perubahan. Kami perhitungkan penyelesaian pekerjaan rata-rata 120 hari. Belum proses lelangnya yang setidaknya butuh 40 hari. Nanti kami perjelas lagi di pembahasan Banggar,”  tandasnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *