Rabu , 28 Juni 2017

Program Promosi Dan Pelatihan Belum Jelas Tolok Ukurnya

Program pelatihan dan promosi perdagangan mendapat perhatian serius dari kalangan Komisi III DPRD Kota Surakarta. Pasalnya, program ini dinilai belum memberikan manfaat yang signifikan bagi perdagangan di kota ini.

“Dampak dari program itu belum dirasakan dampaknya, bagi dunia perdagangan di kota ini,” ujar Ketua Komisi III, Honda Hendarto, kepada penulis dprd-online, siang tadi melalui sambungan telepon.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, program pelatihan dan promosi yang berada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UMKM) sejauh ini belum ada laporan tertulis terkait manfaatnya.

“Kalau dari laporan lisan, ada peningkatan pada usaha kecil maupun menengah yang mengikuti pelatihan dan pameran dagang. Namun, tidak ada laporan hitam di atas putih yang menjelaskan peningkatan yang dimaksud itu seperti apa. Harus ada data yang otentik,” ujarnya.

Dia menyampaikan,  di tahun 2013, anggaran untuk pelatihan dan promosi dagang di Disperindag mencapai Rp 900 juta. Sedangkan di Dinkop UMKM, anggaran untuk pelatihan dan bantuan peralatan sebesar Rp 600 juta. Dengan besaran anggaran yang mencapai ratusan juta, Honda menyayangkan belum adanya indikator yang jelas dalam evaluasi.

“Kalau ada peningkatan itu di sektor apa, prosentasenya berapa ? Ya mungkin bisa saja dilaporkan, usaha makin besar, karyawan bertambah, tetapi harus dicari tahu apakah itu memang dampak dari promosi perdagangan yang diikuti kemarin atau bukan ? Kalau bukan,berarti tidak berdampak ke masyarakat. Kami minta dibuatkan laporan tertulis seara detil,” katanya mengakhiri perbincangan. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *