Minggu , 20 Agustus 2017

Pertumbuhan Pasar Modern Seperti Tak Terkendali

Pertumbuhan toko modern semakin tak terkendali. Kondisi ini dapat membahayakan keberlangsungan usaha-usaha serupa di kampung-kampung. Maka regulasi yang mengatur itu segera dikaji ulang, pengkajian itu untuk menyesuaikan kondisi yang ada.

Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, Ir M Rodhi, berbicara hal itu, siang tadi, dalam perbincangan dengan penulis dprd-online, di ruang kerjanya.

“Celakanya, pengusaha yang bersangkutan beroperasi dulu baru mengurus perijinan,” ujar politisi dari PKS ini.

Menurutnya, jika Pemkot Surakarta serius ingin melindungi pedagang kecil dan menjaga eksistensi pasar taradisional, seharusnya keberadaan toko modern diawasi secara serius.

“Mestinya kembali kepada regulasi yang ada, jika memang kita mau melindungi pedagang kecil dan pasar tardisional,” ujarnya.

Jika dikaji lebih dalam, imbuhnya, pedagang kecil jelas terinjak-injak oleh pertumbuhan toko modern, lantaran kesenjangan modal usaha. “Seharsusnya BPMPT (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu) dan Satpol PP melihat di lapangan. Karena sampai ada yang berbulab bulan beroperasi tanpa izin. Ini seharusnya dinas terkait bisa tegas,” tambahnya.

Meski ada peluang meninjau regulasi baru, tambahnya, saat ini DPRD belum ada agenda untuk membahas regulasi baru terkait toko modern. “Untuk regulasi memang perlu pengkajian lagi, barang kali ke depan akan jadi agenda pembahasan. Tapi sebenarnya keberadaan toko modern bisa dibatasi dahulu dengan Perwali,” ujarnya. (S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *