Rabu , 20 September 2017

Persoalan e-KTP Hampir Seragam

Persoalan e-KTP yang terjadi di Kota Manado dan Kota Tomohon hampri sama dengan Kota Surakarta. Menurut Ketua Komisi I DPRD setempat, Budi Prasetyo Ssos, perekaman di kedua daerah itu belum rampung, demikian juga dengan Kota Surakarta.

Dia berbicara hal itu, siang tadi (1/12), saat menjawab pertanyaan penulis dprd-online di ruang kerjanya. Komisi I DPRD setempat belum lama ini ( 19/11- sd. 22/11) berkunjung ke Kota Manado dan Tomohon. Kunjungan kerja ini salah satunya melihat pelaksanaan e-KTP di kedua kota itu.

Kedatangan rombongan Komisi I di Kota Tomohon diterima Asisten I Pemkot setempat, Joshua Pangkare Guh. Sedangkan romongan komisi ini dipimpin Wakil Ketua Umar Hasyim SE.
Di bagian lain, Budi menambahkan, pelaksanaan e-KTP di Manado baru berjalan 85 % dari wajib e-KTP sebanyak 365 ribu jiwa. Yang merasakan program itu sebanyak 85 ribu jiwa, tambah politisi dari PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, belum tercapainya program itu 100 % karena ada beberapa perekam yang rusak akibat banjir. “Untuk sementara perekaman ditunda dulu, menanti perintah dari dirjen adminduk Depdagri.

Di samping itu, kata Budi, penundaan itu terkait dengan pelimpahan wewenang pencetakan di Kota Manado. “Alatnya sudah ada dan diberi dari Pusat, hanya saja wewenangnya belum,” ujarnya.

Sementara itu, saat di Tomohon kedatangan rombongan DPRD Kota Surakarta diterima Asisten Pemkot Tomohon, Rudi Dangkawaro SH. Di sini, lanjut Budi, e-KTP sudah tahap akhir, perekaman ditunda hinga Januari 2015. “Yang sudah jadi sekitar 59 ribu,” tambahnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *