Sabtu , 19 Agustus 2017

Pengelola TSTJ Segera Buat Pertanggungjawaban Ke Publik

Komisi III DPRD Kota Surakarta meminta pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) segera membuat pertanggungjawaban ke publik terkait matinya Singa Oni. Terlebih, kematian singa ini kali merupakan kematian satwa ke-3 di bulan ini.

Perlu diketahui, Singa Oni mati lantaran usia tua, Selasa (24/6). Sebelumnya, dua orang utan bernama Kirno dan Pebi juga mati.

“Matinya karena apa itu harus ada pertanggungjawaban? Perlu ada berita acara tentang kematian singa itu. Di sana kan ada tim ahli (dokter). Perlu, penjelasan konkret, sebab musabab terjadinya kematian,” kata Ketua Komisi III DPRD setempat, Honda Hendarto siang tadi.

Apakah penyebab kematian singa kurangnya perawatan? Honda menyatakan,  tidak bisa memprediksi hal itu sebelum ada penjelasan resmi dari pengelola TSTJ.

“Kami nggak bisa memprediksi hal itu. Kami juga awam soal satwa,” ujar politisi dari PDI Perjuangan.

Meskipun demikian, Honda memastikan adanya evaluasi berkaitan dengan kematian satwa TSTJ yang beruntun di bulan ini. Walaupun kematian singa diduga lantaran faktor usia.

“Pasti ada evaluasi. Ini kita akan ada pembahasan APBD Perubahan. Nanti akan jadi pembahasan setelah pengelola memaparkan hasil investigasinya tentang penyebab kematian satwa. Letak ketidak sempurnaan pengelolaannya nanti akan kelihatan. Mesikpun matinya singa itu karena sudah karena tua,” tandasnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *