Senin , 19 November 2018

Penerimaan Tamu Kunjungan Kerja DPRD Kab. Subang

Humas – DPRD Kota Surakarta menerima Tamu Kunjungan kerja dari DPRD Kab.Subang terkait KUA PPAS perubahan tahun 2018,yang dipimpin oleh H. Ahmad Rizal (Wakil Ketua DPRD). Kunjungan diterima oleh Abdul Ghofar Ismail, S.Si (Wakil Ketua l DPRD Kota Surakarta ) di Ruang Transit DPRD Kota Surakarta, Senin (27/8/2018).

Di Kota Surakarta yang luasnya hanya 46,01 KM2 mempunyai 5 kecamatan dan 51 Kelurahan. Namun demikian, PAD Kota Surakarta mencapai angka 525 Miliar Rupiah pada tahun 2018 ini. “PAD terbesar adalah dari pendapatan BPHTB(Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) disusul PBB, Pajak PJU kemudian Pajak Hotel & Restoran.” Tutur Abdul Ghofar Ismail, S.Si saat menjelaskan tentang PAD Kota Surakarta kepada para tamu.

Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2018 sendiri dibahas oleh Banggar (Badan Anggaran) pada 24 Agustus lalu.
Sebelum pembahasan KUPA PPAS, komisi dan counterpartnya mengecek apa yang akan dibahas dibanggar sehingga pembahasan banggar menjadi sangat singkat. Bahkan pembahasan banggar tidak sampai satu minggu sudah selesai. “KUPA PPAS baru bisa dilaksanakan pada bulan Juli, karena dalam pembahasan KUPA PPAS harus mengumpulkan laporan semester gasal terlebih dahulu.” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Surakarta baru mempunyai 2 Rumah Sakit Umum yang salah satunya baru tahap pembangunan. Pembangunan Fisik Rumah Sakit ini dibiayai murni dari PAD sebanyak 300M, namun dilakukan dari tahun 2017-2019. Targetnya setiap kecamatan mempunyai 1 Rumah Sakit dengan total 5 Rumah Sakit Di Kota Surakarta. Sedangkan untuk Alat kesehatan dan obat-obatan berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus),

salah satu DAK di Kota Surakarta dialokasikan untuk pembangunan kembali Pasar Klewer dengan Anggaran sekitar Rp. 150 miliar. DAK tersebut tidak tanpa usaha, melainkan usaha Walikota Surakarta dalam meyakinkan pemerintah agar bersedia untuk menyediakan dana tersebut. Yang akhirnya Presiden Jokowi memberi respon positif dan bersedia untuk mengalokasikan anggaran melalui Kementrian Perdagangan. Selain itu DAK juga dialokasikan untuk normalisasi Sungai sebesar Rp. 150 miliar,alokasi Dana tersebut diharapkan dapat membuat Kota Surakarta menjadi Kota yang lebih baik lagi.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *