Penerimaan Tamu Kunjungan dari Komnas HAM

Penerimaan Tamu Kunjungan dari Komnas HAM

Humas- DPRD Kota Surakarta menerima Tamu Kunjungan Kerja dari Komite Nasional Hak Asasi Manusia IMG_9955(KOMNAS HAM). Rombongan diterima oleh Tri Puguh Priyadi selaku Sekretaris DPRD Kota Surakarta dan jajaran Sekretariat DPRD di Ruang Transit DPRD Kota Surakarta. Kamis (12/09/2019)
Komnas HAM merupakan lembaga negara non struktural di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang memiliki fungsi melaksanakan kajian, perlindungan, penelitian, penyuluhan, pemantauan, investigasi, dan mediasi terhadap persoalan-persoalan hak asasi manusia.
IMG_9843Dalam kunjungannya, Rombongan Komnas HAM yang dipimpin oleh Esrom Hamonangan selaku Kepala Biro Perencanaan, kerjasama dan Pengawasan Internal. Kunjungan ke Kota Surakarta berdasar pada adanya peningkatan akurasi dan efisiensi penulisan hasil rapat di Sekretariat DPRD Kota Surakarta setelah menggunakan aplikasi.
“Di Komnas HAM masih manual, jadi agar tidak ada mis atau minimal mengurangi kesalahan, kami ingin belajar ke Sekretariat DPRD Kota Solo terkait e-notulen”, ujar beliau
Disisi lain, disampaikan oleh Tri Puguh bahwasannya Sekretariat DPRD merupakan supporting sistem DPRD dalam menjalankan ketiga fungsinya. Untuk itu, rapat merupakan bagian penting dan agenda paling sering dilakukan oleh Anggota DPRD, dikarenakan banyaknya hal yang harus disetujui dalam sebuah forum.
“Frekuensi rapat sedemikian rupa, dengan ASN yg terbatas, dengan mencatat dan mengingat saja tentunya tidak akan bisa mengikuti seluruh rapat. Mengingat jug  kompleksitas rapat dan kecepatan diskusi, tentunya pencatatan pasti kalah cepat”, imbuh beliau

IMG_9822
Atas dasar hal tersebut maka munculah inovasi e-notulen, yang bertujuan memastikan segala hasil rapat bisa dicatat dengan komplit dan akurat.
Biro Perencanaan, kerjasama dan Pengawasan Internal Komnas HAM membawahi bagian persidangan, sehingga disampaikan oleh Esrom bahwa dengan adanya e-notulen akan membantu kecepatan publikasi rapat di setiap kasus yang ada di Komnas HAM. (ata)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *