Kamis , 16 Agustus 2018

Penerimaan Audiensi dengan Komite Pelaksana Kota Kreatif Kota Surakarta

Penerimaan Audiensi dengan Komite Pelaksana Kota Kreatif Kota Surakarta

Pada Rabu 18 Juli 2018, Komisi IV DPRD Kota Surakarta menerima kegiatan audiensi dari Komite Pelaksana Kota Kreatif Kota Surakarta Dengan Agenda Penyamaan Persepsi dan Pengajuan Kota Surakarta menjadi Anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) Tahun 2019. Komite Pelaksana Kota Kreatif Kota Surakarta membahas tentang agar Kota Surakarta menjadi jaringan Kota Kreatif UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization). Rombongan Audiensi diterima dan dipimpin oleh Ketua komisi IV DPRD Kota Surakarta, Bapak Paulus Haryoto.
Kota Kreatif merupakan Kota yang didalamnya ada masyarakat yang memiliki daya kreatif dalam menyelesaikan problem-problem Kota yang semakin rumit ini. UNESCO Creative City Network yang diluncurkan pada tahun 2004 ini terdiri atas 64 kota di seluruh dunia bertujuan mendorong kIMG_8225erjasama internasional antar Kota yang berkomitmen berinvestasi di kreativitas sebagai pendorong pembangunan perkotaan berkelanjutan, inklusi sosial dan budaya.
Untuk Indonesia sendiri dari 180 Kota hanya dua Kota yang terpilih. Dua Kota ini adalah Bandung di Jawa Barat yang mewakiliki kreativitas dalam bidang Design dan Pekalongan di Jawa Tengah yang mewakili kreativitas dalam bidang Crafts & Folk Art. Kota Surakarta gagal masuk menjadi salah satu dari 64 Kota di dunia. Hal ini dikarenakan salah satunya kesulitan dalam mencari kegiatan serta belum menemukan data konkrit bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut kreatif.
Kunci utama dari Kota Kreatif ini adalah komitmen dan Jaringan. Komitmen self assessment dan kita akan berbaur IMG_8248dengan kota-kota lain yang dapat berdampak pada branding atau promosi Kota. Menurut bapak David yang merupakan salah satu anggota komite pelaksana, Solo sudah mempunyai gennya namun lemah di sisi formal yaitu data dan dokumentasi. Serta pada audiensi ini, salah satu anggota Komisi IV, bapak Putut Gunawan menyampaikan saran bahwa jangan terjebak pada kelembagaan formal dan mensiasati kelembagaan formalnya.
Diharapkan dengan adanya pertemuan audiensi ini, Komisi IV DPRD Kota Surakarta dapat mendukung dan memperhatikan Solo menjadi Jaringan Kota Kreatif pada APBD tahun 2020 kedepannya.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *