Senin , 29 Mei 2017

Pendangkalan Sungai Gajah Putih Mengkhawatirkan

Pendangkalan Sungai Gajah Putih Mengkhawatirkan

Tingkat pendangkalan Sungai Gajah Putih, Surakarta, sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Sungai yang lebarnya sekitar delapan meter,kini tinggal 1/3-nya yang dilalui air, sisanya berupa gundukan tanah.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Surakarta, Supriyanto SH, mengatakan bahwa jika muism hujan, sungai itu berpotensi meluap dan banjir menjadi ancaman bagi warga di Kelurahan Sumber.

“Bahkan, pendangkalan ini tidak hanya terjadi di Sungai Gajah Putih, tapi juga Sungai Kali Anyar yang merupakan sambungan Gajah Putih,” tambahnya, Selasa (9/112) siang, di sela-sela pemantauan lapangan Komisi II.

Dia mengharapkan, DPU untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo. Karena, lanjutnya, sungai ini masih menjadi tanggung jawab instansi tersebut. Sungai Gajah Putih dan kali Anyar merupakan anak sungai dari Bengawan Solo.

Sementara itu, Ketua Komisi II, YF Sukasno SH, mengatakan bahwa di APBD 2015 mendatang sudah ada anggaran Rp 150 juta untuk pekerjaan pengerukan. Jika anggaran dinlai terlalu kecil, lanjutnya, DPU dapat berkoordinasi dengan Balai besar Bengawan Solo.

Saat sidak komisi ini juga memantau talud di Gambirsari, Kadipiro yang ambrol sekitar 20 meter. Serta pembangunan struktur rumah deret di dua titik yang berada di Jalan RM Said. Satu titik untuk 18 rumah dan titik yang lain 28 rumah tipe 24. Keduanya merupakan bangunan tiga lantai.

Sukasno mengatakan, di APBD 2015 sudah dianggarkan untuk pembangunan tahap II sebesar  Rp 4 dan Rp 5 miliar. Dia berharap Januari atau Pebruari sudah mulai dikerjakan. (S)

DANGKAL: Tingkat kedangkalan Sungai Gajah Putih mengkhawatirkan, sungai yang lebarnya sekitar 8 meter itu kini tinggal 1/3-nya. (S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *