Sabtu , 23 September 2017

Pemkot Surakarta Dinilai Minim Sosialisasikan JKN

Pemerintah Kota Surakarta dinilai minim melakukan sosialisasi, sehingga pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional ( JKN ) yang digeber oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tidak berjalan mulus. ” Mestinya sosialisasi dilakukan secara masif, sehingga masyarakat miskin pemegang kartu Jamkesmas mengetahui prosedur, bukan seperti sekarang ini. Banyak pasien Jamkesmas kelabakan dan merasa dipingpong dalam pelayanan. Program pemerintah melalui BPJS ini perlu didukung, karena seluruh masyarakat nanti terkover,” tukas anggota Komisi IV DPRD Kota, Reny Widyawati di gedung dewan, Senin ( 6/1).

Dia paparkan, program JKN yang masih dalam masa transisi tentu akan menemui sejumlah permasalahan ditingkat aplikasi. Namun sebenarnya yang terjadi bukan permasalahan prinsip, dan hal itu terjadi karena masalah sosialisasi yang belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dan menjadi kewajiban Pemkot, PT Askes selaku tangan panjang BPJS serta pihak rumah sakit duduk bersama menyamakan persepsi, sehingga akan lebih mudah di dalam menyelesaikan keluhan masyarakat.

Politikus Partai Demokrat ini meyakini, jika sinergi ketiga institusi ini bisa berjalan optimal, maka tidak perlu lagi ada kegelisahan dalam pelaksanaan JKN, dan Walikota FX Hadi Rudyatmo pun tidak perlu tergesa menyatakan, Pemkot pasti akan mengambil masyarakat miskin yang tercecer oleh pelaksanaan program jaminan sosial nasional itu dimasukkan dalam program PKMS Gold. ” Pasti semua dimasukkan, tidak ada yang tercecer dalam program yang dilaksanakan BPJS tersebut,” katanya.

Sebelumnya Walikota FX Hadi Rudyatmo menyatakan telah menerima pengaduan tentang pelayanan yang tertunda dari pihak rumah sakit terhadap pasien pemegang kartu Jamkesmas. Namun setelah dilakukan klarifikasi, bahwa yang mempermasalahkan adalah PT Askes selaku tangan panjang BPJS .

” Padahal dalam masa trasisi, mestinya pemegang kartu Jamkesmas otomatis menjadi peserta JKN. Tetapi ini kok malah ditolak, jadi harus dituntaskan. Sebab seluruh pemegang kartu Jamkesmas ditanggung APBN. Jadi saya tegaskan, para pemegang kartu Jamkesmas tidak perlu resah. Dan bagi yang tidak terkaver Jamkesmas pasti akan kita layani lewat program PKMS Gold,” tegas Rudy.  ( K)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *