Selasa , 27 Juni 2017

Pemkot Harus Lebih Serius Adakan Ruang Pojok ASI, untuk Wujudkan Kotak Layak Anak

Komisi IV DPRD Kota Surakarta mengingatkan Pemkot lebih serius mewujudkan ruang pojok ASI bagi ibu menyusui di tempat-tempat pelayanan umum yang ada di kota Solo. Selain bisa menjadi sasaran antara bagi Kota Surakarta sebagai Kota Layak Anak ( KLA ) pada 2015, penyediaan ruang pojok ASI ini untuk pemenuhan program ASI eksklusif, yang membuat kalangan ibu leluasa menyusui bayi di tempat umum.

” Ini terus kita ingatkan, agar Pemkot serius. Ada dana hasil bagi cukai dari pemerintah pusat, yang dipergunakan untuk membangun ruang pojok asi di sejumlah tempat keramaian umum, seperti di terminal, stasiun maupun pasar. Dan saat ini Pemkot juga memanfaatkan dana Rp 1 miliar untuk pembangunan ruang pojo ASI di setiap kantor kelurahan,” tukas anggota Komisi IV, Reny Widyawati kepada Penulis DPRD Online, Jumat ( 30/5).

Sejauh ini, lanjut politikus Partai Demokrat ini, keberadaan ruang pojok ASI di sejumlah tempat pelayanan umum, belum dipergunakan secara baik oleh kaum ibu menyusui. Hal ini terjad, karena banyak masyarakat tidak mengetahui, adanya ruang khusus ibu menyusui di tempat layanan umum. Tidak ada petunjuk atau petugas yang memberitahu adanya ruang pojok ASI di tempat layanan umum.

Reny melihat perlu adanya sosialisasi atau pemberian petunjuk yang jelas terkait keberadaan ruang pojok ASI. Jangan sampai ruang ini lokasinya di tempat tersembunyi yang tidak terlihat umum, karena tujuannya jelas tidak akan tercapai. Dan apalagi jika tidak disertai rambu atau papan petunjuk adanya ruang pojok ASI.

” Padahal tujuan ruang pojok ASI dimaksudkan untuk memenuhi pelaksanaan Program ASI eksklusif yang didorongkan Kementerian Kesehatan, agar ibu bisa mengefektifkan ASI untuk bayinya saat bepergian, di samping target Surakarta sebagai Kota Layak Anak 2015,” tutur Reny sekali lagi.

Alasan seorang pejabat kelurahan terkait belum adanya papan petunjuk ruang pojok ASI, karena tempatnya sendiri sedang dalam pembenahan. ” Kalau semua sudah jadi, pasti ada papan petunjuk besar, agar masyarakat khususnya ibu menyusui bisa memanfaatkan ASI-nya untuk bayinya saat antri mengurus surat di kelurahan,” terang seorang sekretaris di salah satu kelurahan wilayah kecamatan Jebres.

Walikota FX Hadi Rudyatmo sendiri jauh hari sempat menegaskan, penyediaan dana Rp 1 miliar untuk penyediaan ruang Pojok ASI, sangat strategis menjadi sarana pemenuhan target Surakarta sebagai Kota Layak Anak 2015. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *