Rabu , 13 Desember 2017

Pemasangan Lampion Shio Dikritik DPRD

Anggota DPRD Kota Surakarta memprotes keberadaan 12 lampion Shio yang berada di Jalan Jendral Sudirman. Pasalnya, pemasangan lampion itu berada di tengah-tengah Jensud dan membuat banyak orang berfoto di samping lampion dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Saya tidak mempersoalkan perayaannya. Hanya saja dengan dipasang di tengah Jensud, itu membahayakan pengguna jalan. Banyak orang ingin berfoto di dekat lampion itu, dan yang berfoto itu rombongan. Itu kan kan membahayakan pengguna jalan. Kita kan juga tidak bisa melarang orang berfoto di situ,” kata Anggota DPRD  Hj Reny Widyawati SE, siang tadi.

Reny menambahkan,  lampion tersebut bagus sehingga menarik orang untuk berfoto. Namun demikian, semestinya lampion itu tidak dipasang di tengah Jensud. Barangkali bisa dipasang di tempat yang lebih aman semisal di koridor depan Bank Indonesia. “Jadi, kan bisa dipasang di pinggir jalan. Saya kira itu lebih aman,” ujar politisi dari PD,

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Budi Prasetyo Ssos mengatakan, sebelum adanya lampion, perilaku masyarakat dalam berkendara bermotor sebenarnya banyak yang tidak tertib. “Sebelum lampion itu ada banyak pengendara bermotor yang memotong jalan. Jadi, perlu mengubah budaya agar masyarakat lebih tertib,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan,  pemasangan lampion di Jensud masih kurang rapi seperti kabel-kabel lampion yang tidak terpasang rapi. Untuk itu, pihaknya akan mencoba membicarakan evaluasi pemasangan lampion tersebut dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo).

“Ya coba akan kami bicarakan nanti dengan Dishubkominfo. Apakah perlu ada alternatif tempat pemasangan lain di momen selanjutnya,” ujarnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *