Jumat , 21 Juli 2017

Paguyuban Transportasi Surakarta Mengeluh Ke DPRD

Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Transportasi Surakarta (PTS), siang tadi (19/11), ‘menangis’ ke DPRD Kota Surakarta. Pasalnya, kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) sekitar 30 % mencekik dirinya.

Kedatangan mereka diterima Ketua DPRD setempat, Drs Teguh Prakosa, yang didampingi Wakil Ketua H Abdul Ghofar Ismail SSi, Ketua Komisi III, Honda Hendarto, Ketua Banleg, Putut Gunawan dan angota lain. Paguyuban yang anggotanya terdiri atas pengemudi taxi, angkot, AKDP, AKAP serta bus kota itu ditertima di gedung Graha Paripurna DPRD setempat.

Perwakilan dari armada taxi, Supriyono, meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kenaikan harga BBM. Jika itu tidak dilakukan, tambahnya, maka para angkutan umum untuk mendapatkan subsidi. Di samping itu, lanjutnya, penghapusan PPn bagi pembelian suku cadang.

Menurutnya, kalau untuk porgram kesehatan maupun pendidikan hal itu sudah ada. Maka, kata Supri, subsidi untuk itu dialihkan untuk angkutan umum.

Sementara itu, perwakilan dari Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), Wiwid, mengatakan, bahwa perusahaan jasa angkutan selama ini hanya bertahan hidup. Bila kenaikan BBM sebesar itu,lanjutnya, maka sama saja membunuh usaha jasa angkutan.

“Kami mengharapkan pemerintah menekan biayapengurusan berbagai ijin, juga pemberian subsidi bagi pembelian suku cadang,” tambahnya.

Atas hal itu, Ketua DPRD Kota Surakarta, Drs Teguh Prakosa, mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya yang dilakukan masyarakat jasa tgransportasi ini. Pihaknya berjanji akan meneruskan keluhan itu ke pihak yang berwenang. (S)

MENGELUH: Paguyuban Transportasi Surakarta (PTS) mengeluh kenaikan harga BBM. Mereka meminta pemerintah untuk meninjau ulang kenaikan tersebut. Mereka diterima Ketua DPRD Kota Surakarta, Drs Teguh Prakosa, di Gedung Graha Paripurna setempat. (foto/teks: S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *