Selasa , 20 Agustus 2019

Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kota Surakarta ke DPRD Kota Semarang

Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Kota Surakarta ke DPRD Kota Semarang

SEMARANG – Komisi IV DPRD Kota Surakarta mengunjungi DPRD Kota Semarang dalam rangka Studi Banding terkait Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru, Senin (27/5/19).

Rombongan Komisi IV DPRD Kota Surakarta diterima Anang Budi Utomo, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang di Ruang Serba Guna 2.WhatsApp Image 2019-05-27 at 17.28.07(1)

Kunjungan Kali ini, dipimpin oleh Umar Hasyim selaku Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta, beserta Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta sejumlah 10 orang.

Anang Budi Utomo mengatakan bahwa terkait Penerimaan Peserta Didik Baru, Kota Semarang sudah menggunakan Sistem Full Online. Akan tetapi, untuk Sistem Zonasi Murni masih belum diterapkan, dikarenakan Kota Semarang saat ini menggunakan Sistem Zonasi Campuran dengan  masih mempertimbangkan Nilai dari siswa.

Lebih lanjut lagi, Ketua Komisi IV DPRD Surakarta Paulus Haryoto menanyakan mengenai alasan masih diterapkannya Zonasi Campuran di Kota Semarang.

“Itu kan sudah ada permendikbud, alasan apa yang mendasari Kota Semarang masih belum melakukan Zonasi sepenuhnya?”, tanya beliau.

Terkait Zonasi yang masih belum sepenuhnya / murni, setidaknya ada tiga alasan mendasar.
Hal ini diungkapkan Oleh Hari selaku Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Semarang

“Alasan yang mendasari kami, yang pertama masih adanya jarak yang cukup signifikan antara Daya tampung sekolah (11.000 siswa) dengan input lulusan (25.000 siswa)”, jelas beliau dengan dasar jumlah siswa di PPDB SMPWhatsApp Image 2019-05-27 at 17.28.06

“Sekolah kami juga belum merata tersebar, mengingat luasnya wilayah kami, walaupun memang sudah ada minimal satu SMP Negeri di tiap Kecamatan”, imbuh Hari sebagai alasan kedua

Selanjutnya, yang mendasari penerapan Zonasi Campuran Kota Semarang adalah PP No 66 Tahun 2010 pasal 74 yang masih mengakomodir Hasil USBN SD sebagai dasar masuk SMP.

“Sedangkan terkait mekanisme yang kami pakai, dengan menggunakan rumus kombinasi (Nilai Zonasi + 7/6 Nilai USBN + Nilai Prestasi + Nilai Lingkungan)” pungkas Hari sebagai respon pertanyaan Anna Budiarti terkait mekanisme Zonasi Campuran yang digunakan Kota Semarang.

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *