Sabtu , 24 Juni 2017

Komisi IV Sayangkan UN SMA Tidak Akomodasi Soal Braile untuk Siswa Difabel

Komisi IV DPRD Kota Surakarta memprihatinkan pelaksanaan ujian nasional ( UN ) tingkat SMA ( Sekolah Menengah Atas ) yang tidak mengakomodasi kebutuhan siswa difabel, khususnya penyandang tunanetra, di dalam pengadaan soal braile. Sebab di kota Solo ada tiga siswa penyandang tuna netra yakni di SMKN 8 Surakarta mengikuti UN.

” Kami heran, kenapa penyandang tuna netra tidak dibuatkan soal braile yang memudahkan siswa mengerjakan dengan mandiri, tanpa terkena dampak psikologis. Saya yakin jika pihak sekolah mengajukan, pemerintah pusat pasti membuatkan karena tahun lalu ada soal braile,” ungkap Nindita Wisnu Broto saat bersama rombongan Komisi IV melakukan sidak UN di sejumlah sekolah, Senin ( 14/4).

Akibat dari ketiadaan soal braile, tiga siswa terpaksa harus dipandu oleh pengawas UN yang membacakan soal-soalnya, dengan tambahan waktu 40 menit. Meski berharap ketiga siswa bisa mengerjakan, namun dengan dibacakan, dikhawatirkan akan berdampak psikologis di dalam pengerjaan.

Sementara itu Sekretaris Komisi IV Abdul Ghofar juga menyatakan hal sama, meski pada saat sama mengapresiasi kebijakan pemerintah atau Kementerian Pendidikan, yang menerapkan soal beda dalam 20 paket atau kode berbeda.

” Dengan soal yang dibuat berbeda untuk tiap siswa yang berjumlah 20 anak dalam satu ruang, tentu tidak akan memunculkan kebocoran. Jadi tidak ada gunanya jika sampai ada kabar siswa memiliki kunci jawaban. Sebab tentu ini akan menyesatkan siswa sendiri. Rumusnya ya harus belajar tekun¬† dan berupaya maksimal untuk menjawab secara mandiri,” tandas politisi PKS ini.

Secara keseluruhan, pelaksanaan UN untuk tingkat SMA/SMK di hari pertama berjalan lancar dan aman. Penjagaan aparat keamanan dengan mengenakan pakaian sipil juga membantu kelancaran pelaksanaan ujian UN tersebut. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *