Minggu , 20 Agustus 2017

Komisi IV Prihatinkan Penderita ODHA Terus Bertambah, Perlu Komitmen Walikota

Komisi IV DPRD Kota Surakarta prihatinkan jumlah penyandang HIV/AIDS atau ODHA di kota Solo yang tahun ini mencapai 1.222 orang. ” Ketika Global Fund ( GF ) sebagai lembaga donor akan mengakhiri kucuran bantuan pada 2015, memang Pemkot harus cepat membuat antisipasi. Ini ngeri, jumlahnya terus naik dan kematian juga banyak,” tutur anggota Komisi IV Reny Widyawati, Jumat ( 28/2) kepada Penulis DPRD Online di gedung dewan.

Menurut dia, bantuan dari APBD Kota sejak 2010 yang besarnya tidak seberapa,tidak lebih dari Rp 100 juta,  diakui memang membuat tugas Komisi Penanggulangan Aids ( KPA ) Kota Surakarta untuk mengatasi permasalahan penyakit menular yang sangat menggerogoti ketahanan tubuh itu, sangat berat.

Komisi IV yang salah satunya membidangi kesehatan masyarakat, sebenarnya sudah mengupayakan, bagaimana Dinas Kesehatan Kota mampu berbuat banyak, untuk meringankan tugas KPA di dalam melakukan sosialisasi di masyarakat. ” Perlu lebih ada koordinasi, agar KPA nantinya bisa diringankan bebannya,” imbuh perempuan energik dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Ia berharap, Walikota FX Hadi Rudyatmo bisa menjamin janjinya untuk mengucurkan dana yang siginifikan untuk penanganan HIV/AIDS di kota Solo, seiring berhentinya aliran dana bantuan dari GF pada 2015. Harapannya, minimal bisa setara dengan kucuran dana GF yang dihentikan, atau malah lebih.

” Bisa lebih tentu akan sangat membantu, dan mudah-mudahan bisa menekan jumlah penderita HIV/AIDS di kota Solo. Jangan sampai korban terus berjatuhan, agar KPA tidak semakin kerepotan karena tugasnya seolah sia-sia, padahal sudah banyak menolong,” tandas Reny sekali lagi.

Keprihatinan Komisi IV DPRD Kota berangkat dari rilis Pengelola KPA Kota, Tommy Prawoto yang menyebutkan pada tahun 2014 ini, kasus orang dengan HID/Aids ( ODHA ) di Solo mencapai 1.222 dan 376 penderita di antaranya meninggal.

” Belum ada penurunan kasus ODHA yang signifikan beberapa bulan belakangan. Bahkan dari pengamatannya, grafik ODHA di Soloraya terus meningkat setiap bulan,” ujarnya seraya menambahkan bahkan pada Januari lalu, KPA menemukan 28 kasus ODHA baru. Jumlah itu cukup besar, mengingat bulan-bulan sebelumnya hanya sekitar 20 – 22 temuan.

Dia paparkan, hubungan heteroseksual oleh lelaki berisiko tinggi (LBT) masih menjadi penyumbang utama kasus ODHA di Januari. Secara kumulatif, ODHA dari kelompok LBT masih menjadi yang tertinggi dengan 559 kasus.

Tommy menambahkan penambahan kasus di Januari juga ada yang berasal dari kalangan waria. “Penularannya melalui sodomi,” tuturnya. Pihaknya terus bekerjasama dengan Kelurahan untuk memantau dan menekan jumlah ODHA, di antaranya dengan pembagian kondom. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *