Minggu , 23 Juli 2017

Komisi III Sidak Skybridge dan Parkir

Komisi III Sidak Skybridge dan Parkir

Surakarta – Humas DPRD

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Suarakarta, Sugeng Riyanto, memastikan anggaran 21 miliar yang digunakan untuk membangun jembatan skybridge sepanjang 400 meter akan selesai November 2016 mendatang. Pembangunan jembatan yang menghubungkan terminal Tirtonadi dan stasiun

yang nantinya untuk mempermudah dan melancarkan akses menuju ke terminal dan sebaliknya itu dipastikan rampung November,” katanya, Rabu (12/10), “Hanya butuh waktu 5 menit berjalan dari terminal ke stasiun.”

Menurut Sugeng, pihak komisi III berkepentingan untuk memastikan secara langsung kegiatan yang dilakukan Balapan kini telah memasuki tahap 65 persen pengerjaannya. Selain dana yang digunakan cukup besar, ujar dia menambahkan, pihaknya juga ingin memastikan tenggat waktu sesuai kesepakatan kontrak.

“Kami ingin melihat dan memantau langsung kegiatan yang berkaitan dengan dana anggaran yang digunakan untuk pembangunan skybridge baik dari APBD maupun APBN,” katanya.

Menurut Sugeng, sejauh ini pengerjaannya sesuai dengan perencanaan. Kedepannya bila model pengerjaan bangunan skybridge nanti tanpa cacat bisa dijadikan pilot project. Menilik sisi bentuk bangunan yang cukup bagus, katanya menambahkan, juga terdapat ruang pertokoan.

“Nanti bisa saja dijadikan pilot project penghubung antara terminal dan stasiun. Menilik sisi bentuk bangunan yang cukup bagus kualitasnya. Juga bisa dijadikan tempat pertokoan yang ditata dengan baik. Saya kira akan menjadi satu tempat iconik di Kota Solo,” katanya.

Lebih lanjut Sugeng menambahkan, secara prinsip jalannya pembangunan tidak mengalami penundaan waktu seperti yang telah ditetapkan dalam kontrak. Secara umum, katanya, tidak sampai melebihi deadline tenggat seperti dalam kontrak.

“Memang ada faktor non teknis sebagai penghambat pembangunan, seperti perizinan pembangunan tiang pancang yang melewati kampung. Tapi secara umum sudah selesai, akhir bulan depan November,” ujar dia, “Tinggal menambah ornamen lampu yang menjadi iconik Kota Solo.”

Sementara itu, anggota Komisi III lain, juga melakukan inspeksi mendadak terhadap penggunaan lahan parkir di bekas SPBU di samping timur Gedung Telkom. Ketua Komisi III Honda Hendarto, menilai penggunaan lahan parkir mengakibatkan pemerintah kota (Pemkot) kehilangan pendapatan dari SPBU.

“Lahan parkir bekas SPBU tidak optimal dan tidak menghasilkan pemasukan karena Pemkot kehilangan pendapatan yang sudah tidak disewakan,” katanya.

Selain Pemkot tidak memperoleh pemasukan lantaran SPBU ditutup, ujar Honda, kemacetan lalu lintas di kawasan Benteng Vastenburg dan Pasar Gede tetap terjadi setiap hari. Tujuan untuk mengurai kemacetan, ternyata juga tidak terealisir. Ternyata, ujar dia, setelah beberapa tahun justru ini tidak mempunyai fungsi samasekali.

“Mlompong gak jelas. Ini yang kami pertanyakan. Tidak ada nilai manfaatnya sama sekali kalau seperti ini,” papar Honda Hendarto Ketidakjelasan SKPD yang mengelola, ujar dia, menjadikan mandeknya fungsi tidak berjalan seperti diharapkan. “Optimalkan dulu lahan ini, nanti dibuat integrasi penghubung agar loadingnya enak, orang jalan bawa barang juga enak, pake troli juga enak. Kalau seperti ini kan kasihan. Kita akan rencanakan dan sempurnakan di 2017,” pungkas Honda. (ARF/Nang/Jes)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *