Sabtu , 23 September 2017

Komisi I Ingatkan BKD Buat Kalkulasi Matang Soal Seleksi CPNS

Komisi I DPRD Kota Surakarta mengingatkan Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) harus membuat perencanaan matang, jika pada Maret mendatang jadi melakukan rencana rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) jalur umum. Hal ini untuk mengantisipasi hasil pengumuman seleksi honorer kategori 2 ( K2), yang menyisakan persoalan bagi Pemkot Surakarta.

” Ini perlu saya garis bawahi dan sebaiknya bisa dipatuhi oleh BKD Kota, supaya permasalahan penerimaan CPNS dari jalur K2 tidak tuntas, tidak lagi terulang dalam seleksi penerimaan CPNS jalur umum. Itu jika Maret jadi menggelar seleksi penerimaan,” tandas Ketua Komisi I, Maryuwono.

Komisi I yang membidangi persoalan pemerintahan dan peraturan hukum ini sangat prihatin dengan hasil Pengumuman Kelulusan CPNSD Formasi Tahun 2013 dari Tenaga Honorer Kategori II, yang memunculkan persoalan bagi Pemkot. Hal ini terkait dengan kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PAN-RB ) yang membebankan solusi K2 kepada pemerintah daerah.

Walikota FX Hadi Rudyatmo sendiri menyatakan tidak sepakat dengan statemen Menteri PAN-RB, Aswar Abubakar yang melimpahkan beban solusi K2 kepada daerah, seiring hanya 30 persen yang diangkat sebagai CPNS.

” Yang bertanggung jawab atas nasib honorer adalah pemerintah pusat. Dulu pusat pernah menyebut akan memberi solusi bagi seluruh honorer maksimal tahun 2009. Tetapi sekarang hanya 30 persen yang diangkat CPNS. Ini kan namanya membebani,” tukas Rudy, panggilan akrab walikota berkumis itu beberapa hari sebelumnya.

Karena itu,ketika persoalan K2 untuk menjadi CPNS itu belum kelar, kemudian ada rencana untuk seleksi penerimaan CPNS jalur umum, Komisi I berharap, BKD Kota harus membuat kalkulasi ulang jika akan merealisasikannya.

” Tanpa perencanaan matang, terutama menyangkut kekuatan anggaran untuk menggaji pegawai, maka penambahan jumlah CPNS akan sangat memberatkan dan akan memunculkan persoalan tersendiri di kemudian hari,” imbuh politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *