Kamis , 25 Mei 2017

Kenaikan BBM Berpotensi Pengaruhi Asumsi Inflasi dan Daya Beli

Kenaikan BBM Berpotensi Pengaruhi Asumsi Inflasi dan Daya Beli

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan bahwa rencana kenaikan BBM berpotensi mempengaruhi asumsi inflasi dan daya beli masyarakat dan pelaku usaha. Hal ini memaksa pemerintah daerah untuk melakukan intervensi program untuk mendorong produktivitas masyarakat, kecukupan kebutuhan dasar serta program stimulus fiskal bagi daya tahan perokonomian daerah.

Walikota berbicara hal itu, siang tadi (3/11), dalam rapat paripurna DPRD setempat. Rapat paripurna yang beragendakan mendengarkan Nota Penjelasan Walikota tentang RABPD tahun anggaran 2015 itu dipimpin Ketua DPRD, Drs Teguh Prakosa, yang didampingi tiga wakil ketua, H Abdul Ghofar Ssi, Umar Hasyim SE dan H Djaswadi ST.
Di bagian lain, walikota mengungkapkan, kapasitas fiskal daerah mengalami tekanan akibat penurunan alokasi dana transfer kepada pemerintah daerah.  Hal itu, lanjutnya, sebagai  dampak dari menurunnya penerimaaan negara dalam asumsi APBN 2015.
Walikota mengutarakan, dalam RAPBD Kota Surakarta Tahun Anggaran 2015, ditandai dengan penurunan pendapatan daerah sebesar 8,77%. Dibanding tahun sebelumnya dan penurunan alokasi pengeluaran daerah (belanja dan pengeluaran pembiayaan) sebesar 7,62%, tambah walikota.

Dia menambahkan, KUA-PPAS Tahun 2015, rasio dana perimbangan terhadap Pendapatan Daerah mencapai 51,30%, sedangkan PAD terhadap Pendapatan Daerah mencapai 31,85% serta Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 26,19% dari Pendapatan Daerah.
Dana Perimbangan Tahun 2015, mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan DAU yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya (hanya sebesar 0,35%), sementara alokasi DAK mengalami penurunan yang tajam sebesar minus 95,45%.
“Kita mencatat bahwa ketegantungan pemerintah daerah terhadap sumber pendanaan dari pemerintah pusat masih cukup besar, dengan rasio sebesar ± 58,55% dalam 5 tahun terakhir.”

Sharing PAD terhadap pendapatan daerah menunjukkan peningkatan dalam 5 tahun terakhir sebesar 31,85%, seiring dengan semakin dibukanya kebijakan desentralisasi, tandas walikota. (S)
KENAIKAN BBM : Walikota FX Hadi Rudyatmo mengatakan, bahwa kenaikan BBM akan berpotensi bagi asumsi inflasi dan daya beli masyarakat. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *