Selasa , 27 Juni 2017

Keengganan Pedagang Ikan Pindah ke Depok, Bukti Lemahnya Program Penataan Pasar

Kalangan Komisi III DPRD Kota Surakarta menganggap eksekutif lemah di dalam merencanakan program penataan pasar. ” Dari mulai merancang, membangun fisik dan kemudian mengatur tempat bagi para pedagang selalu memunculkan keributan. Ini jelas menunjukkan bahwa perencanaan program tidak pernah baik,” tukas anggota Komisi III Abdullah AA kepada Penulis DPRD Online, Selasa ( 7/1).

Dia paparkan, sejak kota Surakarta dibawah kepemimpinan Joko Widodo yang kemudian berlanjut ke estafet kepemimpinan Walikota FX Hadi Rudyatmo, persoalan pembangunan pasar bertingkat, hanya menampakkan kemegahan fisik, tetapi gagal di dalam penataan dan pertumbuhan ekonomi. Seperti Pasar Pucang Sawit yang didanai dengan anggaran miliaran rupiah, ternyata tidak mampu menumbuhkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara signifikan, karena banyak kios atau los yang tidak ditempati.

Demikian juga dengan pemindahan pedagang ikan hias Pasar Gede ke Pasar Ikan Hias Depok, ternyata juga memunculkan persoalan serupa, dan juga sejumlah permasalahan lain yang menyangkut fasilitas pendukung pasar. ” Semua ini berangkat dari perencanaan program yang tidak pernah jelas, dan asal bapak senang ( ABS ). Jadinya ya terus amburadul seperti ini,” imbuh Abdullah AA.

Terkait dengan ultimatum Walikota FX Hadi Rudyatmo yang akan membongkar kios ikan hias di Pasar Gede jika pedagang tidak bersedia pindah ke Pasar Ikan Hias Depok, ketua Fraksi Nurani Indonesia Raya ( FNIR ) ini menambahkan, akan memperkeruh persoalan.  Tekanan tanpa komunikasi yang nyambung, akan membuat pedagang tidak nyaman, meski sudah dipindahkan.

” Mestinya harus ada komunikasi yang baik, lalu ada penelusuran kenapa pedagang tidak pindah. Apakah betul kiosnya sudah penuh karena ditempati oleh pedagang ikan hias lain di luar yang akan direlokasi dari Pasar Gede. Lalu menyangkut fasilitas pendukung, seperti air di Pasar Depok apa benar-benar siap baik kualitas maupun kelancarannya, harus diselesaikan dulu. Kami pikir Dinas Pengelola Pasar ( DPP ) Kota harus kerja keras untuk menyelesaikan apa yang menjadi harapan walikota secara sungguh-sungguh. Kalau tidak ya tetap akan kacau,” tegas dia sekali lagi. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *